Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Begini Asal-Usul Nama Desa Papringan di Kecamatan Temayang, Dulu Penuh dengan Bambu

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 23:17 WIB
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Nama Desa Papringan, yang terletak di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, memiliki sejarah unik yang diungkapkan oleh para sesepuh desa. Menurut Kepala Desa Papringan, Hadi Suyatno, nama tersebut berasal dari dua faktor utama yang terjadi pada zaman dahulu.

Menurut Hadi, faktor melimpahnya pohon bambu ini menjadi salah satu landasan penamaan desa. "Pada zaman dulu, banyak sekali tumbuh bambu atau  yang dalam bahasa Jawa disebut pring." Ungkapnya.

Selain itu, kondisi desa yang sepi pada malam hari juga menjadi bagian penting dari cerita ini. "Pada zaman itu, tiap malam desa ini sangat sepi orang lewat atau sepi mampring," lanjutnya. Kata 'mampring' atau 'mamring' dalam bahasa Jawa berarti ’sunyi’.

Baca Juga: Ternyata ada Artefak Kuno di Desa Papringan, Kecamatan Temayang: Ada Uang Koin dari Tiongkok dan Kendi Kerajaan Majapahit

Gabungan dari kata papan pring (tempat bambu) dan sepi mampring akhirnya melahirkan nama Desa Papringan. Nama ini dipilih untuk menggambarkan kondisi geografis desa yang kaya akan pohon bambu serta suasana yang tenang dan sepi di malam hari pada masa lampau.

Dengan demikian, nama Desa Papringan bukanlah sekadar penamaan biasa, melainkan sebuah representasi sejarah dan kondisi sosial-alam yang pernah ada di desa tersebut pada zaman dahulu. (mae-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Malam Hari #bambu #Pohon Bambu #Sepi #Sesepuh #bojonegoro #kepala desa #Nama desa