RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyaknya penemuan fosil berusia ribuan tahun di wilayah Blora membuat Pemkab Blora ingin mempunyai museum. Bupati Blora berencana mengusulkan pembangunan museum kepada pemerintah pusat. Termasuk melakukan kajian untuk melakukan ekskavasi.
Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, pihaknya tentunya mendukung upaya pelestarian cagar budaya, termasuk memberikan ruang bagi penemuan fosil yang berusia ribuan tahun. Pihaknya berencana mengusulkan pembangunan museum untuk ke depannya.
’’Kami mendukung untuk melestarikan, termasuk usulan ke depan kami ingin mempunyai museum. Kami kaji untuk usulkan di pemerintah pusat,” katanya.
Ditanya terkait Pemkab Blora belum ada agenda ekskavasi di beberapa wilayah yang berpotensi terdapat fosil purba, Bupati menegaskan, bakal membentuk tim dan bakal mengkaji potensi tersebut.
’’Kami nanti bentuk tim lah, karena terus terang kemarin ada informasi (penemuan fosil), kami akan kaji (ekskavasi) nantinya kedepan seperti apa,” tambahnya.
Diketahui, pada Selasa (29/7) lalu warga Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban temukan fosil tanduk kerbau purba atau bubalus palaeokarabao dengan panjang 120 sentimeter dan lebar 24 sentimeter.
Setelah tim turun ke lokasi, fosil yang ditemukan warga diduga berusia 250.000 tahun. ’’Saat itu, kami minta dari dinas untuk mengecek ke sana,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Museum 13 Bojonegoro Karya Guru Tanpa Latar Geologi yang Fokus pada Paleontologi
Pengelola Rumah Artefak sekaligus Petugas Pengelola Cagar Budaya Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Lukman Wijayanto mengatakan, penemuan fosil berawal dari laporan warga, Ngadi, 62, dan sejumlah warga saat mencari pasir di sungai.
’’Saat mencangkul, mereka menemukan itu (tanduk kerbau). Jadi, memang sangat kami hargai karena mereka bersedia melaporkan ke perangkat desa yang meneruskan ke Dinporabudpar,” katanya.
Setelah laporan diterima, tim teknis dari Dinporabudpar Blora diterjunkan ke lokasi. Selain tanduk kerbau purba, juga ditemukan fragmen-fragmen dan dari ekskavasi kecil yang dilakukan berhasil menyelamatkan fragmen kranium atau tengkorak, kemudian ada rahangnya.
’’Rahang dari kerbau purba. kemudian kami amankan di Rumah Artefak Blora,” jelasnya. Saat ini, tanduk fosil masih disimpan di rumah warga, sementara tengkorak dan rahang telah diamankan ke Rumah Artefak Blora untuk pelestarian. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana