RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Bojonegoro dan Blora, bersiap menyambut dua ibadah puasa sunah Tarwiyah dan Arafah, yang memiliki keutamaan luar biasa. Selain aspek spiritualnya yang mendalam, kedua puasa ini juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang patut untuk dicermati.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum hari Arafah, sementara puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari wukuf jemaah haji di Padang Arafah. Kedua puasa ini merupakan kesempatan emas bagi umat Muslim yang tidak menunaikan ibadah haji untuk mendapatkan pahala yang berlimpah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Tarwiyah, meskipun tidak sepopuler puasa Arafah, memiliki keutamaan sebagai "hari persiapan" bagi puasa Arafah yang lebih agung. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Sementara itu, puasa Arafah memiliki keutamaan yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya." (HR. Muslim). Keutamaan ini menjadikan puasa Arafah sangat dinanti dan diamalkan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Manfaat Kesehatan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Di samping aspek spiritualnya, puasa Tarwiyah dan Arafah, layaknya puasa-puasa sunah lainnya, menawarkan berbagai manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa di antaranya:
1. Detoksifikasi Tubuh (Pembersihan Racun)
Selama berpuasa, sistem pencernaan dapat beristirahat, memungkinkan tubuh untuk fokus pada proses detoksifikasi alami. Racun dan sisa metabolisme yang menumpuk dapat dibersihkan, sehingga organ-organ tubuh berfungsi lebih optimal.
2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Mengatur Gula Darah
Puasa terbukti dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, hormon yang bertanggung jawab mengatur kadar gula darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2.
3. Menurunkan Berat Badan dan Mengontrol Nafsu Makan
Dengan membatasi asupan makanan selama periode tertentu, puasa dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Selain itu, puasa juga dapat membantu melatih kontrol diri terhadap nafsu makan, sehingga membantu menjaga berat badan ideal.
4. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kesehatan Mental
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten, termasuk puasa sunah, dapat meningkatkan produksi protein Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel saraf otak. Hal ini berpotensi meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan suasana hati.
5. Meningkatkan Regenerasi Sel (Autophagy)
Puasa memicu proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak atau tua dan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini memiliki peran penting dalam mencegah penyakit dan memperlambat penuaan.
6. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Dengan manfaat-manfaat di atas, puasa secara teratur dapat berkontribusi pada penurunan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan bahkan beberapa jenis kanker.
Dengan niat yang tulus dan persiapan yang matang, semoga kita semua dapat meraih keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah, serta merasakan manfaat kesehatan yang luar biasa dari-Nya. (luk)
Editor : Yuan Edo Ramadhana