BLORA, Radar Bojonegoro - Pelajar di Kota Sate mulai dikenalkan dengan jelajah budaya. Mereka diajak menyusuri destinasi cagar budaya yang tersebar di daerah.
Kali pertama di situs wura-wari Ngloram dan Jipang Kecamatan Cepu. Destinasi yang sudah disebut dalam Prasasti Pucangan (1041/1042 Masehi).
Sekitar 80 pelajar tampak antusias mendengarkan pemaparan dari pemandu wisata. Sambil menikmati suasana di bawah pohon rindang yang memayungi situs tersebut.
Diketahui, situs wura-wari saat ini sudah dipasang replika prasasti pucangan. Mereka diajak jelajah budaya sambil mengenal sejarah.
“Mengenalkan lebih dekat kepada pelajar dan generasi muda pada potensi-potensi cagar budaya yang ada di Kabupaten Blora,” ujar Sekretaris Dinporabudpar Kabupaten Blora Mustakim.
Dia mengungkapkan, jelajah budaya yang mulai diagendakan tersebut sebagai upaya melestarikan hasil kerja budaya bangsa. Pemkab ingin ikut andil dalam membentuk generasi yang menghargai budaya. ‘’Sekaligus sebagai tujuan wisata yang sarat dengan nilai-nilai edukasi, rekreasi,’’ katanya.
Mustakim berharap setelah mengikuti jelajah budaya, pelajar dan generasi muda bisa menyampaikan informasi kepada teman-temannya di sekolah masing-masing. Terlebih bisa sampai ke masyarakat luas.
“Selain itu bisa menginformasikan kepada keluarga dan masyarakat luas,” ucapnya.
Kepala Desa Ngloram, Kecamatan Cepu Diro Beny Susanto mengaku senang dengan agenda pelajar yang diajak jelajah budaya. Sebab, situs wura-wari tersebut memang sedang dikembangkan pihak desa sebagai destinasi wisata.
“Tentu saja kami menyambut dengan senang hati, dan kami sangat mengapresiasi serta mendukung,” katanya
Diro menambahkan, potensi budaya di Indonesia khususnya di Blora perlu diketahui, dijaga dan dilestarikan agar tidak diakui oleh negara lain.
Beberapa kali agenda digelar dan menambah fasilitas di sekitar situs. “Salah satunya di Situs Ngloram ini, setiap hari Minggu ada pasar Wura-Wari di Desa Ngloram,” ungkapnya.
Usai menjelajah di situs yang ditengarai terdapat makam Sunan Ngudung tersebut, para pelajar kemudian beranjak menuju situs-situs di Desa Jipang yang berdekatan dengan Desa Ngloram. (luk/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana