Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Tabuhan Gamelan Jadi Magnet Anak-Anak di Perpustakaan Blora

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 11 Mei 2024 | 21:33 WIB
MAIN GAMELAN: Adanya alat gamelan di Perpustakaan Blora justru menjadi daya Tarik bagi anak-anak sekitar untuk datang dan rutin memainkannya setiap siang. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
MAIN GAMELAN: Adanya alat gamelan di Perpustakaan Blora justru menjadi daya Tarik bagi anak-anak sekitar untuk datang dan rutin memainkannya setiap siang. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Perpaduan alunan nada dari pukulan gendang, bonang, dan gong di perpustakaan terdengar ritmis di telinga. Ternyata, alat musik gamelan itu dimainkan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Walaupun sarana tersebut masih belum lengkap, mereka tampak bersemangat. Alat-alat gamelan itu jadi magnet anak-anak untuk datang, menghidupkan Tradisi Gamelan. Evan, 10, duduk membelakangi gong sebagai yang tertua.

Ia mengomando dua teman lainnya yakni, Fikal, 8, dan Zaka, 8. Ketiganya serempak memainkan alat musik yang mungkin jarang dijamah di era serba digital. Namun, tidak bagi ketiganya, karena setiap siang meluangkan waktu untuk latihan.

’’Latihannya setiap siang, habis pulang sekolah. Karena di sekolah tidak ada alatnya, kami datang bertiga naik sepeda ke perpustakaan,” ungkapnya. Semangat mereka tampak memancar dari sorot mata dan gerakan memukul gamelan.

Ketiganya mengaku latihan yang telah dijalani selama dua tahun pada siang hari itu tanpa dorongan guru ataupun orang tua. Murni dari keinginan mereka sendiri, karena suka memainkan alat-alat musik tradisional tersebut. ’’Tidak ada perintah guru, latihan sendiri. Belum pernah tampil,” ujarnya Evan sambil tertawa.

Sementara, Fikal mengungkapkan, baru tiga lagu yang dikuasai. Karena tidak ada alat musik tersebut di kelas. Biasanya mereka menggunakan meja untuk menyalurkan hobi. ’’Kalau di kelas klotekan, banyak teman-teman juga suka dengan gamelan,” ujarnya.

Ketiganya mengaku bisa bergantian memainkan alat-alat musik gamelan tersebut. Terkait tampil di pertunjukan, ketiganya mengaku belum pernah. Namun, jika sudah besar ingin tampil di panggung. ’’Belum pernah tampil, inginnya kalau sudah besar bisa tampil di panggung,” tuturnya.

Kelapa Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Blora Setyo Pujiono mengatakan, alat-alat gamelan sengaja ditaruh di lantai dua perpustakaan. Tujuannya, untuk menarik minat anak-anak untuk latihan.

Sebab, melihat potensi kebudayaan di Blora cukup tinggi seperti wayangan, barongan, dan gamelan. ’’Anak-anak yang suka dengan tradisi gamelan banyak yang datang. Kami siapakan,” ungkapnya.

Pihaknya mengatakan, jika alat gamelan tersebut belum lengkap. Guna mengembangkan potensi tersebut, pihaknya berencana menambah peralatan musik tersebut secara bertahap. ’’Baru ada gong, saron, bonang, dan kendang. Belum komplet,” tuturnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#seni #Budaya #Pulang Sekolah #musik #kebudayaan #SD #perpustakaan #gamelan #Dinas Perpustakaan #Sekolah #blora