LAMONGAN, Radar Lamongan – Guru ngaji, takmir masjid, dan modin di Lamongan tahun ini tetap mendapatkan bantuan insentif dari Pemkab Lamongan. Kabag Kesra Setda Kabupaten Lamongan, Sri Rahayu, mengatakan, tahun ini jumlah penerimanya mencapai 22 ribu orang.
Menurut perempuan yang akrab disapa Yayuk itu, pemkab sudah mengalokasikan dana Rp 7,2 miliar untuk mengkover kebutuhan insentif tersebut.
Insentif guru ngaji itu diberikan sekali dalam setahun. “Nilainya tidak besar, hanya Rp 277 ribu dipotong pajak, tapi insya Allah semua guru sudah terkover karena datanya koordinasi dengan kemenag,” ujarnya.
Sementara besaran insentif takmir masjid, rohaniawan kristen dan rohaniawan hindu Rp 800 ribu per orang, imam musala dan modin Rp 280 ribu per orang, serta penyelenggara ponpes Rp 550 ribu per orang.
Di Lamongan, menurut Yayuk, terdata 12.278 guru ngaji, 1.991 takmir masjid, 4.911 imam musala, 2.417 modin, 387 penyelenggara ponpes, 16 rohaniawan kristen dan seorang rohaniawan hindu.
Yayuk menuturkan, jumlah penerima setiap tahunnya hampir sama. Misalnya takmir masjid. Tahun lalu ada 1.990 orang, tahun ini bertambah seorang menjadi 1.991 orang.
“Kita komunikasi dengan kecamatan dan kemenag untuk datanya supaya semuanya bisa terkover,” tuturnya.
Terkait penyaluran, Yayuk mengatakan, dilakukan serentak. Biasanya diberikan secara nontunai. Dia bakal melakukan kroscek data penerima dengan pihak bank penyalur. (rka/yan)
Editor : Hakam Alghivari