Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan, Hidayat Rahman, menjelaskan, dari rekap sementara, animo pendaftar cukup banyak. Hingga kemarin (20/6) sore, terdata 4 disabilitas, 72 anak buruh, 718 anak dari keluarga tidak mampu, 100 anak berprestasi akademik, 267 anak berprestasi nonakademik, 22 anak tenaga kesehatan, dan 22 anak yang pindah tugas orang tua/wali, serta 34 anak guru. Data itu rekap dari 12 SMA negeri di Lamongan.
“Ini masih pendaftaran tahap pertama dan dalam proses verifikasi, sehingga calon pendaftar harus memperhatikan perkembangan datanya,” jelasnya.
Terkait PPDB jenjang SMK, Rahman menyatakan, dari enam SMK di Lamongan, terdata 4 anak buruh, 880 anak dari keluarga tidak mampu, 7 anak berprestasi akademik, 42 anak berprestasi nonakademik, 7 anak pindah tugas orang tua, dan 2 anak guru.
Menurut dia, animo pendaftar dari tahap pertama sudah tinggi. Rahman berharap, semua pagu di lembaga SMA/SMK bisa terpenuhi nantinya.
Dia mengatakan, selama proses pendaftaran, semuanya berlangsung secara online. Dibutuhkan ketelitian dalam proses mengunggah data agar tidak terjadi kesalahan. Pengalaman saat proses pengunduhan PIN, banyak yang salah mengunggah data, berkas tidak terbaca, hingga tidak sesuai font.
Kepala SMAN 3 Lamongan, Solihin, menuturkan, proses pendaftaran berlangsung lancar karena dilakukan di rumah masing-masing. Selain itu, banyak yang mengikuti pelatihan pendaftaran.
Meski ada yang ke sekolah, lanjut dia, mereka hanya ingin melihat lingkungan sekolah yang akan dipilihnya. “Kalau kendala jaringan sepertinya tidak ada, tapi proses verifikasi masih berlangsung,” tuturnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto