Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Merawat Bulu dengan Minyak Ikan

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 11 Juni 2023 | 20:46 WIB
MENGERAMI TELUR: Salah satu entok hias milik Suwaji yang cukup produktif. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
MENGERAMI TELUR: Salah satu entok hias milik Suwaji yang cukup produktif. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Selama ini entok identik diolah sebagai masakan rica-rica dan lainnya. Namun, hewan dengan nama latin Cairina moschata ini juga diikutkan kontes. Sudah banyak kontes perlombaan entok hias maupun entok jumbo tingkat nasional yang sudah digelar. Sehingga memberikan motivasi dan semangat bagi pembudidaya entok.

Seperti halnya Suwaji, seorang peternak entok rambon (entok hias) dan entok jumbo di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu. Dia juga menjadi koordinator pada komunitas sedulur peternak entok Lamongan (SPEL).

Pria 46 tahun tersebut mengajak wartawan koran ini ke belakang rumahnya. Terdapat kandang cukup luas, yang disekat menjadi beberapa bagian. Terdapat puluhan entok hias dan entok jumbo dari berbagai jenis di sini.

Entok rambon memiliki warna bulu yang indah dan juga memiliki beragam jenis. Di antaranya jenis rambon jali, hitam, brown, milenial, bondol, mata merah mocca, dan silver.

‘’Yang di komunitas Lamongan, baru saya yang memiliki entok jenis mocca mata merah,’’ tuturnya sembari menunjukkan entok miliknya.

Untuk jenis entok rambon tergantung warna. Misalnya rambon jali, yakni ciri khasnya warnanya seperti sisik ular. Sedangkan rambon hitam bulunya hitam, tapi terlihat mengkilap metalik yang seolah ada warna birunya. Untuk rambon milenial warnanya batik berkepala putih.

‘’Kalau rambon mocca mata merah, warnanya mocca berwarna merah, sedangkan entok bondol dominan kepalannya putih,’’ ujar bapak dua anak ini.

Awalnya Suwaji memelihara entok hias terlebih dulu. Dia tertarik dengan bulunya yang eksotis dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selanjutnya, dia merambah beternak entok jumbo. ‘’Sampai sekarang jadi hewan peliharaan yang disayang,’’ ujarnya.

Photo
Photo
LAKUKAN PERAWATAN: Suwaji saat menunjukkan salah satu entok hias di kandangnya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Perawatannya hampir sama seperti unggas pada umumnya. Hanya saja, merawat entok hias ini kandang harus selalu bersih, agar kesehatan entok tetap terjaga. Selain itu, entok hias harus rutin dimandikan ketika sudah terlihat kotor.

Caranya menggosok searah dengan spon dan sikat. Selain rutin memberikan pakan, juga harus diberikan jamu. Menurut dia, setiap peternak memiliki rahasia jamu masing-masing. Suwaji mengungkapkan, biasanya menggunakan minyak ikan untuk perawatan bulu entok hias.‘’Agar bulunya lebih bagus dan indah,’’ katanya.

Suwaji biasanya mengikutkan kontes entok hias usia sekitar 4 bulan. Namun, terkadang dia juga mengikutkan kontes indukan. Dia mengaku entok yang baru ganti bulu terlihat lebih indah dan bagus.

Selain itu, dia juga ikut kontes entok jumbo. Satu bulan sebelum kontes, entok hias maupun entok jumbo harus dipisahkan dengan lainnya.

‘’Kalau untuk kontes, entok rambon dari warna, keindahan, kesehatan, dan kerapian. Sedangkan yang entok jumbo dari kerapian, berat badan, dan panjang badan,’’ terangnya.

Selain sering ikut kontes, Suwaji juga beternak entok rambon. Di kandangnya terlihat ada tiga entok yang mengerami telurnya. Untuk telur ini ditandai spidol, agar ketika entok lain tiba-tiba bertelur bisa membedakan.

Suwaji mengaku dengan breeding (pembiakan), dia bisa tahu warna berbeda, mencetak entok dengan kualitas, dan tahu anaknya jadi seperti apa. ‘’Kalau breeding cari yang berkualitas, tidak asal-asalan, satu entok ini maksimal telur 20-an,’’ ungkapnya.

Penyakit yang kerap menghinggapi entok hias yakni penyakit mata biru. Hingga kini, Suwaji mengaku kesulitan dalam mengobatinya. Jika tidak dipisahkan, maka penyakit akan menyebar ke entok lainnya.

‘’Biasanya sering pilek. Jadi kebersihan kadang itu harus dijaga, dan sering disemprot disinfektan agar tidak sakit,’’ katanya.

Untuk harga entok hias cukup bervariatif. Usia dua minggu kisaran Rp 150 ribu per ekor. Sedangkan, entok hias indukan harganya bisa mencapai Rp 1 juta lebih. ‘’Apalagi yang juara dan bagus bulunya, makin mahal harganya,’ ujarnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#mentok #kontes #budidaya #entok #Hobi