Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Lebih Simpel dan Bervariatif, Kutek Mulai Ditinggalkan

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 3 Juni 2023 | 18:27 WIB
MEMPERINDAH KUKU: Kuku palsu atau fake nails kini jadi pilihan untuk mempercantik diri. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
MEMPERINDAH KUKU: Kuku palsu atau fake nails kini jadi pilihan untuk mempercantik diri. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Seni menghias kuku makin tren di kalangan remaja putri hingga mama muda (mamud).  Lifestyle yang populer dengan istilah fake nails (kuku palsu) tersebut dipercaya menambah kesan glamour.

Ria Kustia Ningsih, seorang perajin fake nails di Lamongan mengatakan, dulu mempercantik kuku menggunakan kutek, yang kini mulai ditinggalkan. Sebab, pengerjaan rumit dan butuh waktu lama untuk pengeringan.

Sehingga, diakuinya, muncul fake nails yang lebih simpel tapi lebih bervariatif dan indah. Tak hanya itu saja, tapi beberapa warna dan model pilihan sangat banyak, tergantung selera pelanggan, tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (2/6).

Photo
Photo
PEMASANGAN CEPAT: Ria saat memasang kuku palsu salah satu kliennya, kemarin (2/6). (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Ria, sapaan akrabnya menjelaskan, awalnya membersihkan kuku asli kliennya. Setelah bersih, Ria lalu memberikan lem untuk menempelkan kuku palsu. Agar kuku terlihat berkilau diberikan cairan hingga dimasukkan ke mesin pengering selama 30 detik.

Pengerjaannya sendiri, untuk satu orang kurang lebih 30 menit tentunya sudah selesai hasilnya, ucap Ria sembari menunjukkan hasil fake nails pengerjaannya.

Tarif jasa fake nails bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk sepuluh jari. Itu bisa bertahan hingga tiga minggu, tergantung aktivitas sehari-hari. Menurut dia, kliennya dari sejumlah pelajar atau mahasiswa yang hendak wisuda.

Selain itu, sejumlah pegawai kantor dan mamud juga kerap meminta jasanya untuk memasang kuku palsu. Jika sudah bosan dengan kuku palsu tersebut, hanya tinggal melepaskan saja.

Meskipun digunakan mencuci piring tidak masalah, tapi harus berhati-hati agar bisa tahan lebih lama, ujarnya.

Ira, salah satu pengguna fake nails menuturkan, dirinya lebih memilih fake nails daripada kutek. Sebab, diakuinya, kutek membutuhkan waktu lama dan kalau bosan sulit dibersihkan.

Menurut dia, penggunaan fake nails tak mengganggunya dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Seperti mencuci piring atau mencuci baju. Meski hanya ditempel, diakuinya, fake nails cukup kuat saat digunakan aktivitas sehari-hari.

Menurut saya lem sendiri tentunya tetap kuat bisa bertahan dua minggu lebih, terangnya. (mal/ind)

Photo
Photo
PEMASANGAN CEPAT: Ria saat memasang kuku palsu salah satu kliennya, kemarin (2/6). (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#life style #Mamud #Kuku Palsu #lamongan