Jika atlet tersebut diizinkan, maka akan menguntungkan Lamongan. “Minimal tidak mengurangi perolehan medali emas kita karena atlet yang berprestasi sebelumnya bisa diturunkan,” jelasnya.
Tahun ini, Kodrat Lamongan ditargetkan meraih dua medali emas dari tarung bebas putri 54,1 – 58 kg dan seni gerak tunggal putri. Kemudian, dua medali perak dari tarung bebas putri 50,1 -54 kg dan tarung bebas putra 52,1 – 56 kg-up. Serta, 3 medali perunggu tarung bebas putri 58 kg-up, tarung bebas putra 45,1 – 49 kg, dan tarung bebas putra 64,5 – 68 kg.
Sudjito menjelaskan, persiapan atletnya sudah dilakukan semaksimal mungkin. Puslatkab dilaksanakan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sedangkan khusus latihan fisik, dijadwalkan Minggu. Rencananya, pemusatan latihan dimaksimalkan lagi agar kondisi petarung terus membaik hingga menjelang pelaksanaan porprov.
Dia menuturkan, atletnya beberapa kali uji tanding dengan atlet Gresik, Surabaya, dan Mojokerto. Dari uji tanding itu, tim pelatih bisa melihat kekurangan dan kelebihan petarung.
“Kita latihan rutin dan uji coba, tapi fisik atlet juga dipantau terus,” tuturnya.
Uji coba juga bakal dilakukan lagi dengan atlet Malang Raya dan Kediri. Selain itu, lanjut Sudjito, petarung Lamongan ikut berpartisipasi pada kejurda Bambang Harjo Cup di Sidoarjo, 30 Juni. Sebelum kejurda, bakal digelar kejurkab (8/6).
Menurut dia, kejurda itu sebagai pemanasan dan evaluasi menjelang porprov. “Kita atur sebaik mungkin mengenai fisik petarung karena uji coba dan kejuaraan ini sebagai pemanasan. Melihat perkembangan petarung selama mengikuti latihan, serta kesiapannya karena porprov semakin dekat,” terangnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto