Turnamen biliar ini juga masuk kedalam kalender even hajatane wong Lamongan dalam memperingati Hari Jadi Ke-454 Lamongan.
‘’Biliar kini sudah menjadi cabang olahraga, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Lamongan mengadakan turnamen biliar agar dijadikan media untuk unjuk performa kepada masyarakat bahwa biliar merupakan olahraga prestasi dan juga memasyarakatkan cabor biliar kepada masyarakat di Lamongan. Selain itu juga untuk menepis stigma negatif yang menempel pada cabor biliar,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka turnamen biliar Senin (15/5) di lantai 3 Plaza Lamongan.
Kejuaraan Bupati Cup 2023 ini sekaligus menjadi momen penjaringan bibit atlet sejak dini. ‘’Dari sini kita akan mengetahui bibit atlet pada cabor biliar. Karena yang menjadi krusial pada momen ini ialah menyiapkan atlet untuk diberikan pembinaan intensif sebagai bekal saat maju ke Porprov Jatim mewakili Kabupaten Lamongan,’’ imbuh bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Kejuaraan biliar yang diikuti 101 peserta itu berlangsung hingga besok (18/5). Kejuaraan dibagi menjadi kategori pria U-23, wanita U-23, dan umum dengan usia 23 tahun ke atas. Peraih juara 1 - 4 putra dan putri U-23 bakal dijadikan atlet saat porprov tahun ini.
Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Kabupaten Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengkab POBSI) Lamongan masa bakti 2022-2026 oleh Ketua Umum POBSI Jawa Timur, Pujo Asmara Hadi. Menurut Pujo, meskipun Kabupaten Lamongan menjadi kabupaten yang tergolong tertinggal membentuk POBSI, di bawah pimpinan Ketua POBSI Lamongan yang baru saja dilantik, Suhartono, tidak menutup kemungkinan Lamongan berprestasi pada porprov nanti. Kuncinya, konsolidasi organisasi, persiapan atlet, dan pembinaan intensif.
Sementara itu, Suhartono usai dilantik sebagai ketua POBSI Kabupaten Lamongan berharap bisa memunculkan bibit – bibit atlet potensial dalam cabang olahraga biliar di Kabupaten Lamongan. Dia juga ingin bisa mengubah pandangan negatif olahraga biliar menjadi kegiatan positif bagi masyarakat. (jar/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto