Di momen yang sangat spesial bagi insan pendidikan ini, Pemkab Lamongan melalui Disdik Lamongan me-launching kurikulum berbasis kearifan lokal. Kurikulum khusus yang bertujuan membentuk generasi berwawasan global dan bangga dengan kearifan lokal. Kurikulum ini akan diimplementasikan beriringan dengan kurikulum Merdeka Belajar. Fokusnya, pembelajaran untuk pengembangan karakter dan bakat anak.
Bupati Lamongan Dr H Yuhronur Efendi, MBA mengatakan, bidang pendidikan harus fleksibel terhadap kemajuan zaman. Melalui Merdeka Belajar yang dilengkapi dengan kurikulum berbasis kearifan lokal, akan mencetak SDM unggul dan lekat dengan jiwa kearifan lokal.
Kurikulum ini memuat tentang kearifan lokal. Mulai sektor makanan khas, adat, tradisi, tarian daerah, hingga nyanyian daerah. ’’Kurikulum pertama di Indonesia yang tentunya akan terintegrasi dengan kurikulum yang ditetapkan secara nasional untuk generasi yang unggul dan berdaya saing. Pemkab Lamongan berkomitmen mendukung Merdeka Belajar dan merajut harmoni menjaga kebersamaan, menyiapkan generasi yang megilan,” ujar Bupati Yes.
Sementara itu, Kepala Disdik Lamongan Ir Munif Syarif, MM menuturkan, kurikulum berbasis kearifan lokal ini diinovasikan untuk membekali anak-anak Lamongan agar lekat dengan budaya dan tradisi lokal. Sehingga akan dijadikan pembelajaran tingkatan PAUD. Harapannya bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme anak. Kurikulum ini akan diterapkan mulai tahun ajaran baru, yang proses penyusunannya melibatkan praktisi, akademisi, guru PAUD, pengawas, penilik, serta OPD yang ada di Lamongan. ’’Kita melibatkan banyak pihak agar kurikulum ini bisa disesuaikan dengan perkembangan pendidikan yang terbaru dan dapat diterima,” tuturnya.
Munif menambahkan Dinas Pendidikan dan beberapa OPD terkait berkomitmen bersama untuk menyukseskan Wajib Belajar 9 tahun dan Angka Harapan Lama Sekolah melalui Program Perintis, Gerakan Satu Guru Satu Anak Asuh (Sagu Sanas), Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini, dan Pengentasan stunting melalui jalur pendidikan.
Dalam momen peringatan Hardiknas, juga dilakukan peluncuran buku sejarah Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan 454 buku sejarah jenjang SD dan SMP. Buku ini mengisahkan sejarah kejayaan Kabupaten Lamongan, serta jejak perjalanan, mulai dari pergantian nomenklatur hingga keberlanjutan tongkat kepemimpinan. Selain buku tentang sejarah Dinas Pendidikan, di momen bersamaan juga diluncurkan buku sejarah yang menguak tentang peristiwa penting di setiap wilayah yang dikemas apik dalam bentuk literasi dengan harapan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan membiasakan berliterasi. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto