‘’Kemarin mulai Oktober musim penghujan, Maret lalu berkurang karena banjir. Padahal biasanya Maret tinggi produksi,’’ tutur Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lamongan, Mohamad Abas.
Dia menjelaskan, musim penghujan datang lebih awal. Dengan tabur benih ikan lebih awal, diperkirakan panen juga lebih awal, tapi ternyata terkendala hujan. ‘’Karena terdampak banjir, akhirnya tidak sesuai target,’’ ucapnya.
Abas mengatakan, produksi ikan tertinggi yakni udang vaname sekitar 5,9 ton. Sedangkan, biasanya bandeng tinggi, justru produksinya hanya 3,6 ton. ‘’Aslinya andalannya bandeng. Berhubung pupuk tidak mencukupi, akhirnya beralih ke vaname,’’ imbuhnya.
Pihaknya berharap ke depan produksi budidaya bisa terkerek naik. Sehingga target bisa ditutup pada produksi berikutnya. ‘’Tapi kita lihat kondisi alam, kalau tidak banjir, pasti bisa meningkat,’’ pungkasnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto