‘’Memang benar mas, kini terus mengalami penurunan setiap bulanya untuk uji KIR mobil barang,’’ ucap Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Lamongan, Kholid Ibrahim.
Pandemi selama dua tahun lalu diprediksi menjadi penyebab, pemilik kendaraan enggan melakukan uji KIR kendaraannya. Paska pandemi ini perekonomian belum betul-betul pulih. Dalam tiga bulan terakhir, diakuinya, jumlah kendaraan yang uji KIR mengalami penurunan. Rerata yang tidak di-uji KIR kendaraan yang dioperasikan dalam Lamongan dan antar pedesaan.
‘’Salah satunya, kini jarang melakukan operasi gabungan bagi mobil barang dan tak aktifnya jembatan timbang,’’ ungkapnya.
Data dari Dishub Lamongan pada Januari lalu, seharusnya kendaraan yang waktunya uji KIR sebanyak 917 unit. Dari jumlah tersebut, hanya 697 kendaraan yang melakukan uji KIR. Sehingga terdapat 220 kendaraan yang tidak melakukan uji KIR.
Pada Februari lalu, sebanyak 857 kendaran waktunya uji KIR. Dari 627 kendaraan yang uji KIR, sebanyak 230 kendaraan tidak lolos. Sedangkan, bulan lalu terdapat 1.113 kendaraan yang waktunya uji KIR. Hanya 665 kendaraan yang uji KIR, yakni 448 kendaraan tidak melakukan uji KIR.
‘’Sudah banyak upaya yang dilakukan selama ini, guna mendorong pemilik kendaraan agar uji KIR,’’ imbuhnya.
Salah satunya menghubungi pemilik kendaraan via telepon seluler. Namun, rerata mengeluhkan tidak memiliki uang, hingga beralasan kendaraannya tidak digunakan kemana-mana.
‘’Selain itu, beberapa pemilik kendaraan telah diberikan surat imbauan,’’ pungkasnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto