‘’Meskipun adanya peningkatan, tentunya kondisi di wilayah Lamongan tak mengalami kepadatan hingga kemacetan,’’ tutur Endro kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/1).
Dia mengatakan, sejumlah petugas melakukan patroli di sejumlah titik. Terutama di titik rawan pada lalu lintas yakni di perbatasan, perlintasan KA di jalan nasional, dan di Jalan Raya Babat. Selain itu, jalur menuju wisata juga berpotensi mengalami peningkatan arus lalin.
‘’Diperkirakan besok (hari ini, Red) jalur wisata dan jalan mulai meningkat lagi,’’ ujarnya.
Peningkatan arus lalin, tidak sejalan dengan penerangan jalan umum (PJU) yang memadai. Sejumlah masyarakat mengeluhkan (PJU) di sejumlah jalur banyak yang padam.
Salah satu pengguna jalan nasional, Salekan mengeluhkan sejumlah PJU kerap padam. Dia mengaku penerangan yang minim cukup rawan, karena pandangan pengendara terbatas. Kekhawatirannya ketika ada pengguna jalan yang menyeberang atau sedang putar balik.
‘’Tak hanya di jalan kabupaten, akan tetapi juga di jalan nasional, tentunya sering padam,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kabid Sarpras Dinas Perhubungan Lamongan Yoyok Kristianto belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon seluler, terdengar nada sambung. Namun hingga berita ini ditulis, Yoyok tak kunjung menjawab. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto