Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif melalui Kabid PAUD dan Dikmas, Waji, mengatakan, peserta paket naik turun. Ijazah paket dibutuhkan karena sejumlah tempat bekerja mewajibkan minimal ijazah setara SMA.
Di Lamongan, sebagian besar peserta paket C berusia dewasa. Mereka pernah berhenti sekolah karena mementingkan bekerja. Ketika ada syarat untuk meningkatkan skill, maka mereka memilih kejar paket. “Kita berusaha memfasilitasi semua yang ingin melanjutkan pendidikan nonformal karena ijazah yang diterima nantinya sama dengan peserta formal. Bisa dimanfaatkan untuk melamar pekerjaan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Waji menjelaskan, sebagian besar peserta nonformal sudah bekerja. Mereka tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran seperti umumnya karena hanya memiliki waktu longgar di akhir pekan.
‘’Masalah kurikulum dan pembelajaran terus diupayakan agar setara dengan formal. Meski belum maksimal, tapi para pelajar sudah cukup senang dan dimudahkan,” tuturnya.
Tahun lalu, lanjut dia, ada 135 peserta paket A, 346 peserta paket B, dan 951 peserta paket C.
Bagi peserta paket usia 21 tahun ke bawah, kata Waji, bisa mengakses BOS dari pemerintah. “Kita berharap untuk mereka yang belum belajar 12 tahun bisa mengikuti pendidikan nonformal ini,” ujarnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto