Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menuturkan, CJH pendaftar 2010 sudah berangkat. ‘’Nunggu kuota pemerintahan 2023, misal dibuka penuh, mengangkut yang porsi 2011,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, sebelum Covid-19, Indonesia diberi kuota 221 ribu CJH. Jawa Timur mendapat kuota 37 ribu CJH dan Lamongan dijatah 1.800 CJH. ‘’Kemarin 2021 hanya 46 persen, mudah-mudahan besok kuota penuh,’’ harapnya.
Ghofur menuturkan, sehari rata – rata 15 orang yang daftar haji. Sehingga, tahun ini saja terdata sekitar 3.000 CJH. Mereka yang daftar CJH sekarang, berangkatnya sekitar 35 tahun lagi. ‘’Semuannya lagi mencari solusi. Tiap tahun juga ada kebijakan untuk pemberangkatan,’’ ucapnya.
Dia berharap nanti ada kuota berkeadilan. Pemberangkatan disesuaikan persentase jamaah yang mendaftar. ‘’Ini juga perlu memikirkan dari provinsi jamaah yang sedikit, perlu ada solusi juga,’’ jelasnya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto