Segerombolan pria yang merupakan guru tersebut tampak membawa mainan menyerupai replika mobil-mobilan. Ternyata itu merupakan robotik mekatronika hasil kreasi guru yang tergabung dalam Komunitas Matic LA ini. Komunitas yang berdiri tahun lalu ini, kini memiliki sekitar 80 anggota.
Ini menjadi wadah yang cukup positif, yakni para guru bisa saling sharing terkait robotik. Selanjutnya ditularkan kepada anak didiknya di tempat mengajar masing-masing.
Kebanyakan orang membayangkan jika membuat robot harus mengeluarkan bajet besar. Namun, komunitas ini berupaya mematahkan stigma tersebut. Kreativitas membuat robot bisa dari bahan sederhana untuk meminimalisasi biaya.
Nah, komunitas ini hanya berbekal stik es krim sebagai rangka robot mekatronika. Untuk merangkainya hanya membutuhkan lem dan kecekatan saja. Karena berbahan sederhana, robot yang dihasilkan mayoritas hanya pada lomba robotik line follower. Yakni, robot berjalan mengikuti garis yang sudah ada.
‘’Jadi sekarang mengajarkan robot mekatronika dengan bahan dari stik es krim, kardus bekas, dan akrilik. Yang terpenting bahan mudah didapatkan dan biayanya juga tejangkau,’’ tutur Ketua Komunitas Matic LA, Fastabiqul Khoirot.
Dia mengatakan, ini merupakan robot mekatronika sederhana yang mampu mengasah kreativitas anak didik. Sejumlah robot mekatronika sudah pernah diikutkan perlombaan di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Meski terlihat mudah membuatnya, tapi dibutuhkan ketelitian ketika memotong stik es krim. Sehingga, robot mekatronika yang dihasilkan mampu berjalan teratur. ‘’Tak hanya anak didik, akan tetapi gurunya saja kalau sudah berhasil membuat, girangnya terlihat seperti anak kecil,’’ terangnya sambil tersenyum. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto