Panitera Muda Hukum PA Lamongan, Mazir, mengatakan, angka pernikahan cenderung naik di awal maulud, syawal, dan bulan haji.
‘’Kalau menikah dini berdampak pada perceraian karena psikologi belum siap untuk rumah tangga. Kalau siap, mungkin saling membahu,’’ jelasnya.
Plt Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemkab Lamongan, Etik Sulistyani, mengakui pernikahan anak akhir – akhir ini cenderung meningkat. Berdasarkan pengamatan pihaknya, pergaulan bebas dan perkembangan medsos ikut memengaruhi kenaikan pernikahan dini tersebut.
‘’Dari dinas PPPA juga sebenarnya sudah sosialisasi terkait hal ini, baik mengundang dinas, anak-anak sekolah, atau kita yang diundang sekolah ,’’ jelasnya.
‘’Memang perlu kerja yang menyeluruh dari beberapa OPD,’’ imbuhnya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto