Kepala Dinkes Lamongan dr. Taufik Hidayat menjelaskan, dari 3 ribu jenis tanaman obat yang ada di Indonesia, baru 300 yang dimanfaatkan untuk obat tradisional. Sehingga, ini menjadi tantangan bagi kader asman dalam menggali potensi toga yang kaya manfaat dari lingkungannya.
Menurut Taufik, setiap puskesmas memiliki fasilitator asman yang terlatih. Tugasnya mendampingi kader dalam menggali potensi dari tumbuhan di sekitar, guna dijadikan makanan yang kaya manfaat. Apalagi, tanaman tradisional ini paling dibutuhkan selama pandemi Covid-19.
‘’Kita buat festival yang mematik kreativitas para kader dalam menghasilkan sebuah produk dari bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan,’’ imbuhnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi gerakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui inovasi olahan toga. Selain itu, Bupati Yes juga mengajak untuk membiasakan hidup sehat dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang berbahan alami.
Bupati Yes melihat, ada banyak potensi toga yang dihasilkan dari lingkungan sekitar. Seperti sirup jahe, daun kelor, daun telang, kue-kue yang bahan dasarnya dari toga. Dari kreativitas ini, diharapkan mampu menambah penghasilan keluarga.
‘’Kita berkreasi dari bahan yang ada di sekeliling rumah, selain manfaatnya baik untuk kesehatan, juga bisa menambah penghasilan keluarga,’’ terang Bupati Yes. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto