‘’Kalau pergantian musim seperti ini, memang ada (angin kencang, Red) tapi tak setiap hari terjadi,’’ tutur Mukhlisin kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (6/11).
Saat musim baratan, diakui Mukhlisin, nelayan biasanya berhenti total karena diselimuti cuaca buruk. Kini, peringatan dini sudah mulai diberikan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Polairud Polres Lamongan.
‘’Yang perlu diwaspadai, saat ini angin pergantian musim kemarau ke musim penghujan. Sedangkan musim angin barat mungkin awal bulan depan,’’ ujarnya.
Hingga kini, seluruh nelayan yang hendak berangkat tentunya tetap melakukan pemantauan dari BMKG. ‘’Kalaupun sudah dinyatakan aman, baru berangkat,’’ pungkasnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto