‘’Sebelum diberi pasir, bawahnya diplester dulu,’’ tutur Luqman.
Biasanya Luqman mengganti air dua minggu sekali, karena tidak menggunakan filter air. Sebab, kotoran kura-kura secara otomatis menimbulkan amoniak yang cukup besar.
‘’Jika kebanyakan amoniak, maka akan mengundang banyak penyakit. Seperti jamur, terus shell rot atau peng lupasan tempurung,’’ ujarnya.
Ciri kura-kura terkena jamur yakni kukunya copot dan tidak tumbuh lagi. Jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan kematian pada kura- kura. ‘’Cara menanggulangi dengan obat alami berupa rendaman daun ketapang kering yang langsung dimasukkan ke kolam. Karena daun ketapang bisa menetralkan amoniak,’’ ucapnya.
Kura-kura mayoritas omnivora. Kecuali kura-kurat piput putih merupakan herbivora. Untuk kura-kura omnivora biasa diberikan makan pelet lele atau ikan hidup. Sedangkan, kurakura herbivora juga diberikan kangkung.
Luqman sempat mengawinkan kura-kura lokal dan berhasil. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kapan musim kawin pada kura-kura.
‘’ Tahunya pas musim kawan itu, kalau pagi jantan dan betinanya saling bertumpuk, jantan yang di atas.,’’ terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto