Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Netralkan Amoniak dengan Daun Ketapang

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 9 Oktober 2022 | 17:23 WIB
(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LUQMAN Widihanto memberikan pasir di setiap kolam kura-kura. Substrat pasir ini yang digunakan untuk bertelur dan berkembang biak. Kedalaman pasirnya sekitar 15 cm dengan panjangan 2 meter atau sesuai panjang kolam. Di habitat asli, kura-kura bertelur di lumpur di dalam sungai. Namun, bagi penangkar lebih memilih pasir agar kolam tidak cepat kotor.

‘’Sebelum diberi pasir, bawahnya diplester dulu,’’ tutur Luqman.

Biasanya Luqman mengganti air dua minggu sekali, karena tidak menggunakan filter air. Sebab, kotoran kura-kura secara otomatis menimbulkan amoniak yang cukup besar.

‘’Jika kebanyakan amoniak, maka akan mengundang banyak penyakit. Seperti jamur, terus shell rot atau peng lupasan tempurung,’’ ujarnya.

Ciri kura-kura terkena jamur yakni kukunya copot dan tidak tumbuh lagi. Jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan kematian pada kura- kura. ‘’Cara menanggulangi dengan obat alami berupa rendaman daun ketapang kering yang langsung dimasukkan ke kolam. Karena daun ketapang bisa menetralkan amoniak,’’ ucapnya.

Kura-kura mayoritas omnivora. Kecuali kura-kurat piput putih merupakan herbivora. Untuk kura-kura omnivora biasa diberikan makan pelet lele atau ikan hidup. Sedangkan, kurakura herbivora juga diberikan kangkung.

Luqman sempat mengawinkan kura-kura lokal dan berhasil. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kapan musim kawin pada kura-kura.

‘’ Tahunya pas musim kawan itu, kalau pagi jantan dan betinanya saling bertumpuk, jantan yang di atas.,’’ terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Kura-kura #daun ketapang #Hobi #anomia #Air #perawtan