Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sekilas Mirip Sushi, Tapi Rasa Lebih Gurih

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 8 Oktober 2022 | 17:05 WIB
BANYAK PEMINAT: Rasa yang gurih membuat kimbab cukup pas di lidah warga Lamongan.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
BANYAK PEMINAT: Rasa yang gurih membuat kimbab cukup pas di lidah warga Lamongan.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Denok Nuriskana Sukma menata rapi gulungan nasi yang dipadukan nori (rumput laut yang dikeringkan), dengan isian sayur dan ikan atau ayam di dalam kotak plastik. Sekilas tampilannya mirip makanan khas Jepang, sushi. Ternyata makanan dengan taburan biji wijen tersebut merupakan makanan khas Korea bernama kimbab atau gimbap.

 

Perbedaannya, sushi memiliki tekstur lebih kecil, dengan potongan lebih tebal. Sedangkan, kimbab memiliki diameter lebih besar, dengan potongan lebih tipis. Sedangkan dari segi taste, sushi memiliki rasa asin dan sedikit manis dengan tekstur yang lebih lunak.

 

Sementara, kimbab lebih renyah karena adanya sayuran seperti acar lobak, kimchi dan mentimun. Cita rasa yang ada pada kimbab akan berupa asam dari kimchi dan manis dari wortel dan daging di dalamnya.

 

Kimbab biasanya digunakan sebagai bekal sekolah atau bepergian oleh warga Negeri Ginseng Korea. Itu menjadi ide bagi Denok dengan memulai berbisnis kimbab saat pandemi Covid-19 lalu.

 

Ibu rumah tangga itu berdomisili di Kelurahan Sukomulyo itu awalnya gemar menonton drama korea (drakor) sejak masih sekolah. Bahkan, dia pernah belajar bahasa Korea, sebagai bekal untuk bekerja. Ilmu tersebut cukup berguna, ketika Denok sedang belajar membuat masakan Korea.

 

Awalnya, Denok pernah menjual makanan asal Korea lain berbahan dasar sawi bernama kimci.

 

Waktu itu, dia sengaja belajar bahasa dan tulisan Korea dengan maksud bekal ketika bekerja. Ternyata memang dibutuhkan ketika sedang mencari resep. Denok mengaku, proses untuk latihan membuat masakan Korea tidak sebentar. Sebelum memilih untuk berjualan Kimbab, Denok lebih dulu menjual asinan (kimchi).  ‘’Alhamdulillah banyak yang suka asinannya. Terus ingin buat menu lain, akhirnya kepikiran kimbab itu,” tutur ibu satu anak itu.

 

Denok mengatakan, proses belajar kimbab hanya dari menonton tutorial di Youtube. Selain mencari resep dari Youtube, dia juga sering mencoba di beberapa resto untuk memastikan rasanya. Menurut dia, Kimbab buatan pertama sampai sekarang banyak perbedaannya.

 

‘’Memang proses membuat itu, kita belajar lebih banyak dan lebih baik,” ujar perempuan 30 tahun itu.

 

Untuk mendapatkan kimbab premium, Denok harus mencari bahan-bahan berkualitas. Dia memilih menjual kimbab premium karena mengutamakan kualitas. Dia memiliki supplier khusus dari Malang, kemudian beralih dari Jakarta.

 

‘’Sengaja memilih supplier khusus untuk mendapatkan beras khusus, nori premium, dan sayur yang kualitasnya pertama,’’ ucap Denok. (rka/ind)

Photo
Photo
MENGGUGAH SELERA: Kimbab, salah satu kuliner asal Korea yang mulai populer di Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Makanan Korea #kuliner #Kimbab #Bahan Berkualitas #sushi #lamongan