Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Awalnya Hanya Nebeng Saat Touring, Vespa Pertama Didapat dari Doorprize

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 18:04 WIB
BERSIAP LATIHAN: Ahmad Wahyudi duduk di vespa kesayangannya saat memakai sepatu bola. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
BERSIAP LATIHAN: Ahmad Wahyudi duduk di vespa kesayangannya saat memakai sepatu bola. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Ahmad Wahyudi kini memiliki peran vital di jantung pertahanan Persela. Kontras dengan tahun lalu, Wahyudi hanya memenuhi bangku cadangan ketika Persela bermain di kompetisi Liga 1.

 

Kini, stoper kelahiran 24 Agustus 2001 ini menjadi pilihan utama bagi Head Coach Persela Fakhri Husaini. Di luar lapangan, adik kandung penggawa Timnas Dimas Drajad tersebut ternyata memiliki kecintaan terhadap vespa. Wahyudi kerap berkeliling Kota Soto mengendarai vespa kesayangannya.

 

Wahyudi mengatakan, kecintaan terhadap vespa mulai dirasakan sekitar 2017. Saat itu, dia diperkenalkan teman-temannya dengan skuter asal Italia tersebut. Kemudian dia mulai aktif mencari informasi dan mengikuti sejumlah kegiatan touring para scooterist (pecinta vespa).

 

Selama mengikuti touring, Wahyudi belum memiliki vespa sendiri. Sehingga, dia kerap dibonceng teman-temannya ketika ada acara vespa di luar kota. Kemudian dia mengikuti even vespa di Malang dan ternyata doorprize-nya vespa klasik.

 

‘’Alhamdulillah vespa pertama saya tidak beli, karena dapat dooprize dalam acara vespa di Malang,” terangnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (26/8).

 

Rasa bahagia itu tidak bisa diungkapkan dengan kata oleh Wahyudi. Sebab, saat itu dirinya belum mampu membeli vespa. Yakni masih mengikuti bina bola, yang belum tentu penghasilannya. Tak seperti sekarang yang sudah menapaki karir di tim sepakbola profesional.

Photo
Photo
FAVORIT: Wahyudi kerap berkeliling Kota Soto mengendarai vespa hitam kesayangannya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Selain untuk kepentingan bermain dan hobi, Wahyudi juga meraup untung dari koleksinya. Sebab, dia juga berbisnis jual beli vespa di rumahnya. Dia pernah memiliki lebih dari empat vespa, tapi sebagian sudah laku.

 

Biasanya selain tipe dan tahun keluaran, pembeli vespa akan melihat mesin dan desainnya. Rerata untuk tipe PX ekslusif bisa didapat dengan harga Rp 10 juta.  Wahyudi memastikan vespa pertama tidak akan dijual. Karena vespa tersebut pernah menemaninya keliling Jawa Timur dan Jawa Tengah.

 

Wahyudi cukup bersemangat mempelajari mesin dan perlengkapan vespa. Bahkan, stoper 21 tahun ini juga pernah menjajal peruntungan dengan membuka bisnis bengkel.

 

‘’Dulu pernah punya bengkel juga, tapi ada teman yang bantu sebagai mekaniknya, sekarang sudah vakum,” imbuhnya.

 

Meski bukan lulusan teknik permesinan, Wahyudi mengaku jarang mengeluarkan bajet untuk pemeliharaan skuter kesayangannya. Kebutuhan onderdil dicari via online. Selanjutnya, Wahyudi membongkar sendiri apabila terjadi kerusakan.

 

Menurut dia, skuter yang dimiliki jenis PX ekslusif yang secara mesin masih sangat bagus. Bahkan, skuter ini tidak pernah bermasalah ketika digunakan touring bersama klub vespanya.

 

Ketika libur kompetisi, Wahyudi masih menyempatkan untuk mengikuti touring. Bahkan dia juga mengagendakan untuk pergi bersama sesama pemain yang hobi vespa.

 

‘’Kebetulan komunitas yang diikuti sebagian besar anggotanya juga pemain bola,” ucapnya. (rka/ind)

Photo
Photo
FAVORIT: Wahyudi kerap berkeliling Kota Soto mengendarai vespa hitam kesayangannya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Vespa #klasik #touring #Hobi #bengkel #lamongan