Jumlah itu bisa bertambah karena pelacakan dari tim di kecamatan masih berlanjut. Selain ternak sapi, ada 30 ternak kambing tertular. Kepala Disnakkan Lamongan, Wahyudi, menjelaskan, tingkat kedaruratan sudah masuk taraf daerah wabah. Upaya pengendalian terus dilakukan. Di antaranya, sterilisasi kandang, pemberian obat-obatan sesuai gejala, dan karantina ternak yang sakit.
Menurut dia, seharusnya ada vaksin yang bisa membantu. Namun, pihaknya menunggu petunjuk dari provinsi. “Informasinya teknis akan dilakukan oleh kementan, dan mudah-mudahan Lamongan masuk prioritas,” harapnya.
Wahyudi mengatakan, tingkat risiko di Lamongan sangat tinggi. Dibutuhkan pengendalian khusus untuk meminimalisasi risiko kematian. Berdasarkan datanya, 15 ternak sapi mati, 22 sapi dipotong paksa, 1.488 sapi sakit, dan 388 sapi sembuh.
“Untuk ternak sapi kasusnya lebih banyak tapi belum diimbangi kesembuhan karena banyak faktor termasuk mobilitas dari ternak sehingga belum sempat sembuh muncul gejala baru,” jelasnya.
Wahyudi menuturkan, sesuai surat edaran bupati Lamongan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban nantinya dilakukan di luar rumah potong hewan (RPH) dengan memerhatikan sejumlah ketentuan. Salah satunya, mendapatkan rekomendasi dinas, memiliki tempat pembuangan limbah khusus, memiliki pagar untuk membatasi lalu lintas hewan, dan mengutamakan kebersihan serta disinfeksi. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto