Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi memastikan, masih terdapat 12 ekor dari 28 kambing yang tertular. Sedangkan untuk sapi, jumlah yang tertular mencapai 1.145 ekor, sakit 842 ekor, sembuh 241, mati 10, dan dijual 45 ekor. Sisanya potong paksa ada tujuh ternak sapi.
Sementara pasar hewan ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Padahal, kebutuhan terhadap hewan ternak mulai meningkat jelang perayaan Idul Adha. Sehingga, diakuinya, kebutuhan masih dicukupi dari penjualan di lokasi pemeliharaan.
Dia menilai, langkah ini mampu meminimalisasi penularan. Sebab, pembeli langsung datang ke peternak. Kemudian ternak tidak dikeluarkan dari kandang dan terus mendapatkan pengawasan dari tim kecamatan.
‘’Ternak tidak sampai terkontaminasi, sehingga dipastikan keamanan dan kesehatannya. Kemudian langsung dibawa pulang untuk dilakukan penyembelihan,” imbuhnya.
Mengacu tahun lalu, lanjut dia, kebutuhan sapi sekitar 4.800 ekor. Sedangkan, kambing sebanyak 19 ribu ekor. Menurut dia, populasi di kandang dari proses penggemukan peternak rakyat masih cukup. Sehingga, dia meminta masyarakat tak khawatir untuk kebutuhan Idul Adha.
Apalagi, penyakit ini masih mewabah. Sehingga cukup berisiko jika harus membeli dari luar. Jika terpaksa membeli dari luar, dia meminta agar dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kesehatannya. ‘’Saya minta kerjasama dari peternak dan pembeli untuk rutin melakukan pemeriksaan,” terangnya. (rka/ind)