Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Semakin Batasi Penjualan Ternak di Lamongan

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 7 Juni 2022 | 18:16 WIB
POTENSI DAERAH: Peternakan sapi akan menjadi sektor unggulan Blora. Pemkab akan siapkan peternak milenial. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
POTENSI DAERAH: Peternakan sapi akan menjadi sektor unggulan Blora. Pemkab akan siapkan peternak milenial. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Status wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak masih terjadi. Selain menutup pasar hewan Lamongan, pembatasan penjualan hewan ternak juga dilakukan. Sehingga, jelang perayaan Idul Adha ini, penjualan dibatasi hanya di lokasi pemeliharaan.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi memastikan, masih terdapat 12 ekor dari 28 kambing yang tertular. Sedangkan untuk sapi, jumlah yang tertular mencapai 1.145 ekor, sakit 842 ekor, sembuh 241, mati 10, dan dijual 45 ekor. Sisanya potong paksa ada tujuh ternak sapi.

 

Sementara pasar hewan ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Padahal, kebutuhan terhadap hewan ternak mulai meningkat jelang perayaan Idul Adha. Sehingga, diakuinya, kebutuhan masih dicukupi dari penjualan di lokasi pemeliharaan.

 

Dia menilai, langkah ini mampu meminimalisasi penularan. Sebab, pembeli langsung datang ke peternak. Kemudian ternak tidak dikeluarkan dari kandang dan terus mendapatkan pengawasan dari tim kecamatan.

 

‘’Ternak tidak sampai terkontaminasi, sehingga dipastikan keamanan dan kesehatannya. Kemudian langsung dibawa pulang untuk dilakukan penyembelihan,” imbuhnya.

 

Mengacu tahun lalu, lanjut dia, kebutuhan sapi sekitar 4.800 ekor. Sedangkan, kambing sebanyak 19 ribu ekor. Menurut dia, populasi di kandang dari proses penggemukan peternak rakyat masih cukup. Sehingga, dia meminta masyarakat tak khawatir untuk kebutuhan Idul Adha.

 

Apalagi, penyakit ini masih mewabah. Sehingga cukup berisiko jika harus membeli dari luar. Jika terpaksa membeli dari luar, dia meminta agar dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kesehatannya. ‘’Saya minta kerjasama dari peternak dan pembeli untuk rutin melakukan pemeriksaan,” terangnya. (rka/ind)

Photo
Photo
BELUM BEROPERASI: Potret pasar hewan Lamongan yang masih ditutup untuk meminimalisasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). (Istimewa/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati yes #pmk #bupati lamongan #lamongan