‘’Kita wajib menang di Liga 3 di tingkat provinsi, karena pemenang langsung lolos ke Liga 1. Sedangkan sisanya ditempatkan di Liga 2,” terang Ketua Harian ESI Lamongan Ruly kemarin (20/3).
Liga E-Sports Indonesia berencana mempertandingkan tiga game dalam musim perdananya. Game yang dipertandingkan yakni Mobile Legends (ML), serta dua game bergenre battle royale yakni Free Fire (FF) dan PlayerUnknown’s Battleground (PUBG).
Selain bertanding di Liga 1, Ruly juga mengharapkan nantinya mampu mengirimkan atlet ke turnamen nasional. Turnamen yang diutamakan yakni Piala ESI, dengan format game sama seperti Liga E-sports Indonesia. Selain itu, fokus juga diberikan pada pelaksanaan kejurda esports. Serta pelaksanaan Liga Mahasiswa sebagai bagian dari program PBESI.
‘’Sejauh ini ada satu universitas yang menunjukkan ketertarikan di Lamongan,” lanjut Ruly.
Ke depan, ESI Lamongan memiliki keinginan mampu memiliki akademi e-sport. Peserta akademi dapat berlatih untuk menjadi atlet, pelatih, atau wasit pertandingan e-sports.
‘’Akademi juga mengadakan pelatihan untuk posisi broadcaster (penyiar), caster (pembawa acara atau komentator), dan manajemen esport,” imbuh Ruly.
Pelatihan akademi untuk posisi pelatih dan wasit juga diberi batasan, meskipun lebih ringan. ‘’Sesuai peraturan dari PBESI, usia maksimal pelatih dan wasit adalah 35 tahun. Dikhawatirkan di atas usia tersebut, minat untuk berprofesi di dunia e-sport serta minat di dunia game secara umum mulai berkurang,” lanjutnya.
ESI Lamongan mematok target kemenangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. E-sport ditandingkan sebagai cabor eksibisi di kejuaraan tersebut. Sehingga tetap menyumbangkan medali meskipun tidak masuk perhitungan poin Porprov. (edo/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto