Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pengurus Pengkab ESI Lamongan Motivasi Menembus Liga 1 E-Sport

M. Yusuf Purwanto • Senin, 21 Maret 2022 | 18:11 WIB
POTENSIAL: ESI Lamongan menjaring bibit-bibit atlet e-sport potensial, salah satunya melalui Kejurkab E-Sport yang diselenggarakan beberapa bulan lalu. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
POTENSIAL: ESI Lamongan menjaring bibit-bibit atlet e-sport potensial, salah satunya melalui Kejurkab E-Sport yang diselenggarakan beberapa bulan lalu. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Pengurus Besar e-sports Indonesia (PBESI) menggagas misi besar, agar e-sport semakin profesional hingga di tingkat bawah. Sesuai hasil Rakornas PBESI, nantinya akan dilaksanakan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Pengurus Pengkab ESI Lamongan merespon dengan langkah pembinaan, untuk memunculkan bibit atlet e-sport potensial. Sehingga nantinya diharapkan mampu menembus Liga 1.

 

‘’Kita wajib menang di Liga 3 di tingkat provinsi, karena pemenang langsung lolos ke Liga 1. Sedangkan sisanya ditempatkan di Liga 2,” terang Ketua Harian ESI Lamongan Ruly kemarin (20/3).

 

Liga E-Sports Indonesia berencana mempertandingkan tiga game dalam musim perdananya. Game yang dipertandingkan yakni Mobile Legends (ML), serta dua game bergenre battle royale yakni Free Fire (FF) dan PlayerUnknown’s Battleground (PUBG).

 

Selain bertanding di Liga 1, Ruly juga mengharapkan nantinya mampu mengirimkan atlet ke turnamen nasional. Turnamen yang diutamakan yakni Piala ESI, dengan format game sama seperti Liga E-sports Indonesia. Selain itu, fokus juga diberikan pada pelaksanaan kejurda esports. Serta pelaksanaan Liga Mahasiswa sebagai bagian dari program PBESI.

 

‘’Sejauh ini ada satu universitas yang menunjukkan ketertarikan di Lamongan,” lanjut Ruly.

 

Ke depan, ESI Lamongan memiliki keinginan mampu memiliki akademi e-sport. Peserta akademi dapat berlatih untuk menjadi atlet, pelatih, atau wasit pertandingan e-sports.

 

‘’Akademi juga mengadakan pelatihan untuk posisi broadcaster (penyiar), caster (pembawa acara atau komentator), dan manajemen esport,” imbuh Ruly.

 

Pelatihan akademi untuk posisi pelatih dan wasit juga diberi batasan, meskipun lebih ringan. ‘’Sesuai peraturan dari PBESI, usia maksimal pelatih dan wasit adalah 35 tahun. Dikhawatirkan di atas usia tersebut, minat untuk berprofesi di dunia e-sport serta minat di dunia game secara umum mulai berkurang,” lanjutnya.

 

ESI Lamongan mematok target kemenangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. E-sport ditandingkan sebagai cabor eksibisi di kejuaraan tersebut. Sehingga tetap menyumbangkan medali meskipun tidak masuk perhitungan poin Porprov. (edo/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati yes #Liga 1 E-Sport #bupati lamongan #lamongan