Dika, penjaga toko pakan di Kecamatan Lamongan, mengatakan, tokonya sudah mendapatkan pemberitahuan tentang kenaikan harga tersebut. ‘’Kenaikan harga sudah dipatok dari pabriknya,” katanya.
Menurut dia, biasanya ketika ada kenaikan harga pakan, pengunjung toko mengalihkan ke pembelian pakan lainnya. Pakan yang lebih murah dijual dengan kandungan proteinnya lebih rendah.
Wisnu, penjaga toko pakan di Kecamatan Karanggeneng, juga mengakui adanya kenaikan harga pakan. Harga pakan pelet apung LP-2 Rp 325 ribu per sak berisi 30 kg. Sementara LP-3 Rp 320 ribu per sak.
“Pakan saat ini naik terus, dua bulan kemarin juga naik,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komunitas Lele Lamongan (Komlela), Imron, mengatakan, laba penjualan lele saat ini cukup menipis. Rerata harga pakan dibandingkan harga jual lele konsumsi hanya Rp 4.500 per kg.
Dia mencontohkan harga pakan Rp 11.000 per kg, maka harga lele Rp 15.500 per kilogram. ‘’Saat ini, alternatifnya hanya mencari pakan yang ekonomis dengan protein 25 persen. Meski masa panen mundur hingga dua minggu,” kata Imron.
Menurut dia, harga lele juga tergantung persediaan di pasaran. Jika masa panen raya, maka harga lele bisa di bawah Rp 15 ribu per kg. “Jika peternak lele banyak yang panen, biasanya harganya turun dikit,” terangnya.
Imron mencoba bertahan beternak lele. Dia sudah mengeluarkan modal cukup banyak. ‘’Saya mencari alternatif lain untuk meningkatkan keuntungan. Sehingga usaha bisa berlanjut,” jelas peternak lele di Kecamatan Sukodadi ini. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto