Rinciannya sebanyak 9 RT/ RW di Lingkungan Padek, yang secara geografis sebagian wilayah ikut Kelurahan/ Kecamatan Brondong dan sebagian ikut Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Serta 6 RT/ RW di Lingkungan Sidokumpul, Blimbing. Sedangkan di lingkungan Semangu, Blimbing terdapat dua titik. Dari dua kelurahan tersebut, terpantau luapan air paling tinggi berada di Lingkungan Kelurahan Brondong.
Camat Brondong Na’im mengatakan, hujan deras mengguyur sejak malam hari selama beberapa jam. Selanjutnya, terang dia, terdapat kiriman air dari hulu wilayah hutan Laren. Menuju ke hilir melalui Sungai Asinan yang tak bisa menampung air. Kiriman air tersebut membuat kondisi air laut mengalami pasang, sehingga tak bisa langsung masuk ke laut.
‘’Akhinya air meluber hingga masuk ke beberapa rumah yang ada di sekitar,’’ tutur Na’im kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/3).
Berdasarkan pantuannya, air mulai masuk ke lingkungan warga mulai dini hari hingga pagi hari kemarin. Puncaknya, lanjut dia, kiriman air cukup besar pada pukul 03.00 WIB.
Kiriman air yang terjadi saat warga sedang terlelap, membuat sejumlah barang berharga tak bisa diselematkan. Yakni barang elektronik dan kendaraan banyak yang terendam. Menurut Na’im, ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga sekitar 1,5 m.
‘’Pagi hari (kemarin, Red), air langsung surut. Karena air laut sudah tidak pasang,’’ katanya.
Dia memperkirakan, sebagian Hutan Laren terdapat yang gundul. Sehingga, diakuinya, cukup minim resapan air pada saat hujan turun. Indikasinya, terang dia, air yang menggenangi rumah warga membawa banyak lumpu dan sampah. Berdasarkan keterangan warga, terang Na’im, banjir ini terbesar dibandingkan sebelumnya. Membutuhkan waktu hingga 4 jam, air di permukiman warga surut.
‘’Atas kejadian tersebut, sebanyak 180 rumah warga, dua sekolahan dan 3 masjid (di Kelurahan Brondong, Red) terendam,’’ bebernya.
Na’im mengatakan, warga dan pemerintah setempat bersama-sama melakukan pembersihan rumah, sekolah, dan masjid. Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PUSDA) Lamongan, serta Kepala Pelabuhan setempat untuk melakukan normalisasi Sungai Asinan. Menurut dia, pernah dilakukan upaya normalisasi di sana.
‘’Memang dulu sudah dilakukan normaliasai. Akan tetapi alat tidak bisa masuk karena terkendala lingkungan,’’ imbuh Na’im.
Sementara itu, Camat Paciran Agus Hendrawan membenarkan insiden luapan air di Kelurahan Blimbing. Dia mengatakan, ketinggian air rerata sekitar 20 centimeter (cm).
‘’Pagi hari tadi (kemarin, Red), tentunya air sudah surut. Kini tinggal pembersihan,’’ terang mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Mohamad Muslimin mengatakan, banjir tidak hanya terjadi di Kelurahan Brondong dan Blimbing. Namun, diakuinya, banjir juga merendam 60 rumah di Desa Bulubrangsi dan Desa Godog, Kecamatan Laren.
‘’Akibat luapan Sungai Jajong. Akses jalan yang terendam setinggi 60 cm. Dedangkan rumah terendam setinggi 15 cm,’’ imbuh Muslimin.
Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian berusia sekitar 3 bulan dengan luasan 25 hektare (ha). Serta areal tambak yang terendam sektiar 450 m persegi. Muslimin mengatakan, pihaknya sudah melakukan assesment dan pendataan di lokasi kejadian.
‘’Kami mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Mengingat ancaman kejadian bencana, khususnya curah hujan tinggi, masih berpotensi terjadi,’’ terang Muslimin. (mal/ind)
BANJIR MERENDAM 3 LINGKUNGAN DI KELURAHAN BLIMBING, PACIRAN DAN KELURAHAN/ KECAMATAN BRONDONG:
Nomor RT/ RW Lingkungan Jumlah Rumah
- 1/ 7 Padek 33 rumah
- 2/ 7 Padek 85 rumah
- 3/ 7 Padek 30 rumah
- 4/ 7 Padek 30 rumah
- 3/ 8 Padek 38 rumah
- 2/ 8 Padek 18 rumah
- 4/ 8 Padek 32 rumah
- 5/ 8 Padek 67 rumah
- 2/ 9 Padek 36 rumah
- 1/ 11 Sidokumpul 8 rumah
- 3/ 11 Sidokumpul 30 rumah
- 4/ 11 Sidokumpul 50 rumah
- 2/ 12 Sidokumpul 25 eumah
- 4/ 12 Sidokumpul 36 rumah
- 3/ 12 Sidokumpul 25 rumah
- 6/ 6 Semangu 37 rumah
- 4/ 5 Semangu 2 rumah
Total 582 rumah
Editor : M. Yusuf Purwanto