Mitos atau Fakta, Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik untuk Penderita Gula Darah?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Nasi putih yang didinginkan dipercaya baik untuk penderita gula darah, benarkah ?
Nasi putih yang didinginkan dipercaya baik untuk penderita gula darah, benarkah ?

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Nasi merupakan sumber karbohidrat utama bagi banyak masyarakat Indonesia. Namun, belakangan muncul anggapan bahwa nasi yang sudah didinginkan lebih baik dikonsumsi oleh penderita gula darah atau diabetes dibandingkan nasi yang baru matang.

Anggapan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah, tetapi bukan berarti nasi dingin otomatis aman dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlah dan pola makan secara keseluruhan.

Penjelasan utamanya berkaitan dengan pati resisten (resistant starch). Ketika nasi dimasak, struktur pati mengalami gelatinisasi sehingga menjadi lebih mudah dicerna. Setelah nasi didinginkan, sebagian pati mengalami proses yang disebut retrogradasi. Proses ini dapat membentuk pati resisten yang lebih sulit dipecah oleh enzim pencernaan di usus halus. Akibatnya, sebagian karbohidrat tidak diserap dengan cepat sebagai glukosa.

Penelitian pada Penderita Diabetes

Salah satu penelitian yang cukup relevan diterbitkan dalam jurnal Nutrition & Diabetes pada 2022 oleh Sylwia Strozyk dan koleganya. Penelitian tersebut melibatkan 32 orang dengan diabetes tipe 1.

Para peserta mengonsumsi nasi putih dalam dua kondisi, yakni nasi yang langsung disajikan setelah dimasak dan nasi yang didinginkan selama 24 jam pada suhu 4 derajat Celsius kemudian dipanaskan kembali.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi yang telah melalui proses pendinginan menghasilkan kenaikan glukosa darah setelah makan yang lebih rendah dibandingkan nasi segar. Nilai glukosa maksimum juga lebih rendah pada kelompok yang mengonsumsi nasi yang didinginkan.

Namun, penelitian tersebut juga menemukan hal yang perlu diperhatikan. Pada peserta dengan diabetes tipe 1 yang menggunakan dosis insulin standar, konsumsi nasi yang didinginkan berkaitan dengan lebih banyak kejadian hipoglikemia setelah makan.

Artinya, perubahan respons gula darah akibat nasi dingin bukan berarti selalu lebih baik untuk semua penderita diabetes. Efeknya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang, terutama bagi mereka yang menggunakan insulin.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Benarkah Wanita Berkumis Memiliki Nafsu Seksual Lebih Tinggi?

Penelitian dari Indonesia Juga Menemukan Perubahan

Penelitian lain yang dilakukan oleh Steffi Sonia, Fiastuti Witjaksono, dan Rahmawati Ridwan dari Universitas Indonesia juga meneliti pengaruh pendinginan nasi terhadap pati resisten dan respons glukosa darah.

Penelitian tersebut membandingkan nasi putih yang baru matang dengan nasi yang didinginkan selama 10 jam pada suhu ruang serta nasi yang didinginkan selama 24 jam pada suhu 4 derajat Celsius sebelum dipanaskan kembali.

Peneliti menjelaskan bahwa pendinginan nasi dapat meningkatkan kandungan pati resisten akibat proses retrogradasi pati. Dengan demikian, proses pendinginan dapat memengaruhi bagaimana karbohidrat dalam nasi dicerna dan berdampak terhadap respons gula darah setelah makan.

Temuan tersebut sejalan dengan tinjauan ilmiah yang menjelaskan bahwa karakteristik pati, jenis beras, proses memasak, pendinginan, penyimpanan, dan pemanasan kembali dapat memengaruhi respons glikemik setelah mengonsumsi nasi.

Apakah Nasi Dingin Bisa Menurunkan Gula Darah ?

Penting untuk membedakan antara menurunkan gula darah dan menimbulkan kenaikan gula darah yang lebih rendah setelah makan.

Nasi dingin bukan obat untuk diabetes dan tidak secara langsung menurunkan kadar gula darah seperti obat diabetes. Potensi manfaatnya lebih berkaitan dengan respons glukosa setelah makan.

Pati resisten yang terbentuk selama proses pendinginan lebih sulit dicerna. Karena itu, glukosa dapat masuk ke dalam aliran darah secara lebih lambat dibandingkan ketika mengonsumsi makanan dengan pati yang lebih mudah dicerna.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Kurang Minum Air Bisa Bikin Sulit Fokus, Ini Penjelasannya

Sebuah tinjauan mengenai pati resisten juga menjelaskan bahwa pati hasil retrogradasi termasuk resistant starch tipe 3, yaitu pati yang terbentuk setelah makanan berpati dimasak kemudian didinginkan. Struktur tersebut membuatnya lebih tahan terhadap pencernaan enzimatik.

Jadi, Mitos atau Fakta ?

Kesimpulannya, anggapan bahwa nasi yang didinginkan dapat menghasilkan respons gula darah yang lebih rendah memiliki dasar penelitian ilmiah. Pendinginan dapat menyebabkan sebagian pati mengalami retrogradasi dan membentuk pati resisten sehingga lebih sulit dicerna.

Namun, bukan berarti nasi dingin otomatis lebih sehat atau dapat menggantikan pengobatan diabetes. Penelitian pada manusia masih memiliki keterbatasan, termasuk jumlah peserta yang relatif kecil dan perbedaan kondisi diabetes yang diteliti.

Karena itu, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi karbohidrat, memilih pola makan seimbang, memantau gula darah, dan mengikuti anjuran dokter atau ahli gizi. Terlebih bagi pengguna insulin, perubahan pola konsumsi nasi sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan agar tidak meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Penderita gula darah nasi putih karbohidrat kesehatan glukosa