Ini Cara Mengonsumsi Nasi Dingin dengan Aman, Baik untuk Penderita Gula Darah

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:45 WIB
Ilustrasi nasi putih yang didinginkan baik untuk penderita diabetes. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi nasi putih yang didinginkan baik untuk penderita diabetes. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat utama yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, bagi penderita diabetes atau orang yang perlu menjaga kadar gula darah, konsumsi nasi sering kali menjadi perhatian karena dapat meningkatkan kadar glukosa setelah makan.

Secara ilmiah, ada alasan mengapa proses pendinginan nasi dapat memengaruhi respons gula darah. Ketika nasi matang didinginkan, sebagian pati mengalami proses yang disebut retrogradation. Proses tersebut dapat membentuk resistant starch atau pati resisten, yaitu bagian pati yang lebih sulit dicerna dan diserap di usus halus.

Penelitian yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa nasi putih yang didinginkan selama 24 jam pada suhu sekitar 4 derajat Celsius kemudian dipanaskan kembali memiliki kandungan pati resisten lebih tinggi dibandingkan nasi yang baru matang. Penelitian tersebut juga menemukan respons glikemik yang lebih rendah pada nasi yang telah didinginkan dan dipanaskan kembali.

Temuan serupa terlihat dalam penelitian pada 32 orang dengan diabetes tipe 1. Studi yang diterbitkan di Nutrition & Diabetes pada 2022 menunjukkan bahwa konsumsi nasi yang didinginkan selama 24 jam pada suhu 4 derajat Celsius lalu dipanaskan kembali menghasilkan kenaikan glukosa setelah makan yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru matang. Namun, penelitian tersebut juga menemukan lebih banyak episode hipoglikemia pada kelompok yang mengonsumsi nasi dingin dengan dosis insulin standar.

Baca Juga: Waspada! Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes

Karena itu, penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah sebaiknya tidak langsung mengubah pola makan tanpa memperhatikan respons tubuh. Perubahan bentuk dan jumlah karbohidrat dapat memengaruhi kebutuhan obat maupun insulin.

Cara Mengonsumsi Nasi Dingin dengan Aman

Jika ingin mencoba nasi yang telah didinginkan, faktor keamanan makanan juga harus diperhatikan. Nasi matang sebaiknya tidak dibiarkan berlama-lama pada suhu ruang. Nasi yang hendak disimpan perlu dimasukkan ke wadah bersih dan dangkal, kemudian segera didinginkan di lemari pendingin.

Hal ini penting karena nasi dan makanan bertepung yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi media pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. FoodSafety.gov menyarankan makanan matang yang akan disimpan lebih dari dua jam segera didinginkan dan disimpan pada suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah.

Setelah disimpan dengan benar, nasi dapat dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Pendinginan dan pemanasan ulang tidak membuat nasi berubah menjadi makanan bebas karbohidrat. Nasi tetap mengandung pati sehingga jumlah porsinya tetap perlu diperhatikan.

Jenis Beras dan Porsi Tetap Berpengaruh

Respons gula darah tidak hanya ditentukan oleh apakah nasi dikonsumsi dalam kondisi dingin atau hangat. Tinjauan sistematis terhadap berbagai penelitian menunjukkan bahwa jenis beras, kandungan amilosa, proses pengolahan, cara memasak, penyimpanan, hingga pemanasan kembali dapat memengaruhi respons glikemik.

Baca Juga: Bukan Cuma Gula, Mengapa Garam dan Lemak Sama Berbahayanya bagi Diabetes

Dengan demikian, nasi dingin dapat menjadi salah satu pilihan dalam mengatur respons gula darah, tetapi bukan berarti penderita diabetes bebas mengonsumsinya dalam jumlah besar.

Porsi nasi, jenis lauk, kandungan serat, aktivitas fisik, obat yang digunakan, serta kondisi metabolisme masing-masing orang tetap perlu diperhatikan. Bukti penelitian mengenai nasi yang didinginkan juga masih terbatas pada kondisi dan kelompok tertentu, sehingga hasil penelitian tidak selalu dapat diterapkan sama pada setiap penderita diabetes. Tinjauan sistematis terbaru juga menekankan bahwa penelitian khusus pada pasien diabetes masih diperlukan untuk memperkuat rekomendasi klinis.

Karena itu, bagi penderita diabetes, yang terpenting bukan sekadar memilih nasi dingin atau nasi hangat, melainkan mengatur porsi, kualitas makanan, pola makan secara keseluruhan, serta memantau respons gula darah secara teratur. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
penderita diabetes nasi kesehatan gula darah glukosa