RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jalan berdebu menjadi pemandangan yang cukup sering ditemui saat musim kemarau. Kondisi jalan yang kering ditambah lalu-lalang kendaraan dapat membuat debu beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.
Bagi orang yang setiap hari melewati jalan seperti ini, paparan debu mungkin sulit dihindari. Bukan hanya membuat kendaraan dan rumah cepat kotor, debu yang terhirup juga dapat mengganggu saluran pernapasan.
Lantas, apa saja dampak yang bisa muncul ketika terlalu sering menghirup debu jalanan?
Debu jalanan bisa masuk ke saluran pernapasan
Debu terdiri dari berbagai partikel dengan ukuran berbeda. Ketika beterbangan, sebagian partikel dapat terhirup melalui hidung dan mulut.
Hidung memang memiliki mekanisme untuk menyaring sebagian partikel yang masuk. Namun, paparan dalam jumlah banyak atau terus-menerus dapat membuat saluran pernapasan mengalami iritasi.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Bojonegoro-Padangan Lambat, BBPJN Jatim Klaim Sudah 75 Persen
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami keluhan seperti hidung terasa tidak nyaman, bersin, batuk, tenggorokan terasa mengganjal, atau napas terasa kurang nyaman.
Kendaraan membuat debu semakin mudah beterbangan
Jalan yang kering dan tidak tertutup permukaan keras akan lebih mudah menghasilkan debu ketika dilewati kendaraan.
Semakin banyak kendaraan melintas, semakin besar pula kemungkinan partikel debu terangkat ke udara.
Kondisi biasanya terasa lebih mengganggu ketika kendaraan berukuran besar melintas dengan kecepatan tinggi. Debu yang terangkat dapat menyebar ke pengguna jalan maupun rumah yang berada di sekitar jalan.
Siapa yang perlu lebih berhati-hati?
Paparan debu dapat mengganggu siapa saja, tetapi orang yang memiliki saluran pernapasan sensitif dapat lebih mudah mengalami keluhan.
Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan sebaiknya mengurangi paparan debu sebanyak mungkin.
Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu dan keluhan pernapasan muncul atau memburuk setelah berada di lingkungan berdebu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Cara mengurangi paparan debu saat berkendara
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika harus melewati jalan berdebu.
Menggunakan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi jumlah partikel debu yang terhirup. Pengendara sepeda motor juga sebaiknya menggunakan perlengkapan pelindung yang memadai.
Selain itu, menjaga jarak dengan kendaraan di depan dapat membantu mengurangi paparan debu yang beterbangan dari roda kendaraan lain.
Baca Juga: Mengapa Anak Lebih Rentan Mengalami Masalah Pernapasan? Ini Penjelasan Dokter
Jika memungkinkan, pilih rute dengan kondisi jalan yang lebih baik atau hindari melewati jalan berdebu ketika lalu lintas sedang padat.
Jangan abaikan batuk yang terus berulang
Batuk sesekali setelah berada di lingkungan berdebu belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, keluhan yang terus berlangsung sebaiknya tidak diabaikan.
Terutama jika batuk disertai sesak napas, nyeri dada, demam, atau kondisi semakin memburuk. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan secara lebih tepat.
Pada akhirnya, jalan berdebu bukan hanya persoalan kenyamanan. Paparan debu yang berulang dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi, terutama pada orang yang sensitif terhadap partikel di udara.
Karena itu, menggunakan pelindung pernapasan dan mengurangi paparan debu menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika aktivitas sehari-hari mengharuskan seseorang melewati jalan berdebu. (*)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah