RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kacang goreng menjadi salah satu camilan yang cukup populer karena rasanya gurih, renyah, dan mudah ditemukan. Namun, di balik kenikmatannya, muncul anggapan bahwa terlalu banyak makan kacang goreng bisa menyebabkan jerawat.
Lantas, apakah anggapan tersebut merupakan mitos atau fakta ?
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, perubahan hormon, peradangan, hingga faktor genetik.
Apakah Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?
Anggapan bahwa makan kacang secara langsung menyebabkan jerawat tidak sepenuhnya tepat. Kacang itu sendiri tidak otomatis membuat seseorang berjerawat.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Keramas Setiap Hari Bisa Membuat Rambut Rusak
Namun, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Kacang yang digoreng mengandung tambahan minyak dan umumnya memiliki kalori lebih tinggi dibandingkan kacang yang dipanggang atau dikonsumsi tanpa tambahan minyak.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, pola makan yang tinggi makanan gorengan dan kurang seimbang dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama pada orang yang memang memiliki kulit rentan berjerawat.
Kandungan Kacang Justru Memiliki Nutrisi
Kacang tanah mengandung sejumlah nutrisi, seperti protein, lemak, serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan. Karena itu, kacang sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Masalahnya bukan semata-mata pada kacangnya, tetapi lebih kepada jumlah konsumsi dan cara pengolahannya.
Kacang yang digoreng dengan banyak minyak, ditambah garam atau bumbu tertentu, tentu memiliki karakteristik nutrisi yang berbeda dibandingkan kacang panggang atau kacang yang diolah tanpa banyak tambahan.
Faktor Lain yang Bisa Memicu Jerawat
Selain pola makan, munculnya jerawat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah:
1. Perubahan Hormon
Perubahan hormon dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak pada kulit. Kondisi tersebut dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu munculnya jerawat.
2. Produksi Minyak Berlebih
Kulit yang menghasilkan minyak berlebihan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyumbatan pori-pori, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan kulit yang tepat.
3. Kebersihan Kulit
Kotoran, minyak, dan sel kulit mati yang menumpuk dapat menyumbat pori-pori. Karena itu, menjaga kebersihan wajah tetap penting untuk membantu mengurangi risiko munculnya jerawat.
4. Pola Makan Secara Keseluruhan
Tidak hanya satu jenis makanan, pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan. Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan kondisi jerawat.
5. Faktor Genetik
Faktor keturunan juga dapat memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami jerawat. Artinya, setiap orang dapat memiliki respons kulit yang berbeda terhadap makanan maupun perubahan lingkungan.
Jadi, Mitos atau Fakta ?
Kesimpulannya, anggapan bahwa terlalu banyak makan kacang goreng pasti menyebabkan jerawat lebih tepat disebut sebagai mitos jika dimaknai secara langsung.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Terlalu Sering Buang Air Kecil Salah Satu Tanda Diabetes?
Belum tentu seseorang akan berjerawat hanya karena mengonsumsi kacang goreng. Namun, konsumsi berlebihan, terutama sebagai bagian dari pola makan yang tinggi makanan gorengan dan kurang seimbang, tetap sebaiknya dibatasi.
Bagi orang yang merasa jerawat sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, mencatat pola makan dan kondisi kulit dapat membantu mengetahui apakah terdapat pola yang berulang.
Pada akhirnya, kacang goreng tetap boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya dalam jumlah yang wajar dan menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Jika jerawat terus muncul, semakin parah, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas, sebaiknya konsultasikan kondisi kulit kepada dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko