Mitos atau Fakta, Susu Sapi Dapat Menyebabkan Asam Lambung Naik?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Benarkan minum susu sapi dapat menyebabkan asam lambung naik ? (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Benarkan minum susu sapi dapat menyebabkan asam lambung naik ? (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Susu sapi kerap dianggap sebagai salah satu minuman yang dapat membantu menenangkan perut ketika mengalami gangguan asam lambung. Namun, di sisi lain, ada anggapan bahwa minum susu sapi justru bisa membuat asam lambung naik.

Lantas, apakah anggapan tersebut merupakan fakta atau sekadar mitos?

Susu Sapi dan Asam Lambung

Susu sapi tidak secara otomatis menyebabkan asam lambung naik pada setiap orang. Namun, pada sebagian orang yang memiliki gastroesophageal reflux disease (GERD) atau sensitif terhadap produk susu, konsumsi susu sapi tertentu memang dapat memicu atau memperburuk gejala.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Minum Kopi Setiap Hari Dapat Menyebabkan Dehidrasi?

Hal ini terutama berkaitan dengan kandungan lemak dalam susu. Susu sapi dengan kadar lemak tinggi dapat membuat lambung lebih lambat mengosongkan isinya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan di dalam lambung sehingga isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Selain itu, makanan atau minuman berlemak juga dapat memengaruhi kerja katup antara lambung dan kerongkongan, yang dikenal sebagai lower esophageal sphincter (LES).

Mengapa Setelah Minum Susu Ada yang Merasa Tidak Nyaman ?

Tidak semua rasa tidak nyaman setelah minum susu berarti asam lambung sedang meningkat. Sebagian orang mungkin mengalami intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa atau gula alami yang terdapat dalam susu.

Gejalanya dapat berupa kembung, banyak gas, sakit perut, atau diare. Gejala tersebut berbeda dengan refluks asam lambung yang umumnya ditandai dengan sensasi terbakar di dada atau heartburn, rasa asam atau pahit di mulut, serta makanan atau cairan yang terasa naik kembali ke kerongkongan.

Apakah Penderita Asam Lambung Harus Menghindari Susu ?

Tidak selalu. Respons setiap orang terhadap makanan dan minuman dapat berbeda. Bagi sebagian orang, susu rendah lemak atau tanpa lemak mungkin lebih mudah ditoleransi dibandingkan susu tinggi lemak.

Jika setelah mengonsumsi susu muncul gejala refluks, seseorang dapat memperhatikan jenis, jumlah, dan waktu konsumsi susu. Mengonsumsi dalam jumlah kecil dan tidak langsung berbaring setelah makan atau minum juga dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya keluhan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Makan Semangka Bersama Biji Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Namun, jika gejala asam lambung sering kambuh, sebaiknya tidak hanya mengandalkan perubahan pola makan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Jadi, anggapan bahwa susu sapi pasti menyebabkan asam lambung naik merupakan mitos jika diterapkan kepada semua orang. Akan tetapi, susu sapi, terutama yang tinggi lemak, memang dapat memicu atau memperburuk gejala refluks pada sebagian orang.

Kuncinya adalah mengenali respons tubuh masing-masing. Jika susu selalu menimbulkan keluhan, pilih jenis susu yang lebih rendah lemak atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pilihan yang sesuai. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
susu sapi asam lambung minuman gerd Makanan