Mitos atau Fakta, Minum Kopi Setiap Hari Dapat Menyebabkan Dehidrasi?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi meminum kopi dipercaya dapat menyebabkan dehidrasi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi meminum kopi dipercaya dapat menyebabkan dehidrasi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat setiap hari. Sebagian orang menikmatinya pada pagi hari untuk membantu meningkatkan kewaspadaan, sementara lainnya menjadikan kopi sebagai teman saat bekerja atau bersantai.

Namun, masih ada anggapan bahwa minum kopi setiap hari dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Pasalnya, kopi mengandung kafein yang dikenal memiliki efek diuretik atau dapat meningkatkan produksi urine.

Lantas, apakah anggapan tersebut benar ?

Kafein Memang Memiliki Efek Diuretik

Kafein merupakan senyawa alami yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Dalam jumlah tertentu, kafein juga memiliki efek diuretik sehingga seseorang mungkin lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsi kopi.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Makan Semangka Bersama Biji Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Hal inilah yang kemudian membuat kopi sering dianggap dapat mengurangi cairan tubuh secara signifikan.

Namun, efek tersebut tidak berarti setiap cangkir kopi secara otomatis membuat tubuh mengalami dehidrasi. Pada orang yang sudah terbiasa mengonsumsi kafein, efek diuretiknya cenderung tidak terlalu besar.

Kopi Tetap Menyumbang Cairan bagi Tubuh

Secangkir kopi sebagian besar terdiri dari air. Artinya, ketika seseorang minum kopi, tubuh tetap mendapatkan asupan cairan dari minuman tersebut.

Pada konsumsi dalam jumlah wajar, cairan yang masuk melalui kopi umumnya dapat menggantikan cairan yang dikeluarkan melalui urine. Karena itu, kopi tidak serta-merta menyebabkan dehidrasi pada orang sehat.

Dengan kata lain, anggapan bahwa minum kopi setiap hari pasti menyebabkan dehidrasi merupakan mitos jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Bukan Berarti Kopi Bisa Menggantikan Air Putih

Meski kopi memberikan asupan cairan, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh.

Konsumsi kopi secara berlebihan juga dapat menyebabkan efek samping akibat terlalu banyak kafein, seperti sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang.

Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi dan memastikan kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi.

Perhatikan Tambahan Gula dan Krimer

Selain kandungan kafein, hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahan tambahan dalam kopi. Kopi dengan gula, krimer, susu kental manis, atau sirup dalam jumlah banyak dapat meningkatkan asupan kalori dan gula.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Makan Pedas Bisa Menyebabkan Usus Buntu

Bagi orang yang ingin mendapatkan manfaat kopi tanpa tambahan kalori berlebihan, kopi tanpa gula atau dengan tambahan yang lebih sederhana dapat menjadi pilihan.

Kesimpulan

Jadi, minum kopi setiap hari tidak otomatis menyebabkan dehidrasi. Kafein memang memiliki efek diuretik, tetapi pada konsumsi dalam jumlah wajar, kandungan air dalam kopi tetap berkontribusi terhadap asupan cairan tubuh.

Meski demikian, kopi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber cairan. Tetap konsumsi air putih secara cukup dan batasi asupan kafein sesuai toleransi tubuh.

Dengan demikian, menikmati secangkir kopi setiap hari pada dasarnya dapat menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari, selama dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
minuman cairan Kopi Kafein dehidrasi