RADARBOJONEGORO.JAWAPO.COM – Makanan pedas menjadi salah satu pilihan favorit banyak masyarakat Indonesia. Sensasi panas dan rasa yang menggugah selera membuat makanan pedas kerap dikonsumsi hampir setiap hari.
Namun, masih banyak anggapan bahwa terlalu sering makan pedas dapat menyebabkan usus buntu. Benarkah demikian atau hanya mitos?
Makan Pedas Tidak Langsung Menyebabkan Usus Buntu
Anggapan bahwa makanan pedas secara langsung menyebabkan usus buntu pada dasarnya merupakan mitos. Konsumsi cabai atau makanan pedas bukan penyebab utama terjadinya radang usus buntu atau apendisitis.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Mencabut Uban Bisa Membuatnya Tumbuh Semakin Banyak
Usus buntu dapat mengalami peradangan ketika saluran apendiks tersumbat. Sumbatan tersebut dapat disebabkan oleh tinja yang mengeras, pembengkakan jaringan, infeksi, hingga kondisi lain yang membuat saluran tersebut tertutup.
Dengan demikian, seseorang tidak otomatis mengalami usus buntu hanya karena sering mengonsumsi makanan pedas.
Lalu Mengapa Setelah Makan Pedas Perut Bisa Sakit ?
Makanan pedas memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. Kandungan capsaicin dalam cabai dapat merangsang saluran pencernaan sehingga pada sebagian orang muncul sensasi panas, mulas, kram perut, atau diare.
Keluhan tersebut terkadang dianggap sebagai tanda usus buntu. Padahal, gangguan pencernaan akibat makanan pedas berbeda dengan peradangan pada usus buntu.
Kenali Gejala Usus Buntu
Gejala apendisitis biasanya memiliki karakteristik tertentu. Salah satunya adalah nyeri perut yang dapat bermula di sekitar pusar kemudian berpindah dan terasa lebih kuat di bagian kanan bawah perut.
Selain nyeri, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam, serta gangguan buang air besar. Rasa sakit juga dapat semakin parah ketika bergerak, batuk, atau menarik napas dalam.
Jika nyeri perut terasa hebat, menetap, atau disertai demam dan muntah, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Mesin Kendaraan Bisa Mati Sendiri Saat Berada di Tengah Rel Kereta Api
Boleh Makan Pedas, tetapi Jangan Berlebihan
Meski tidak secara langsung menyebabkan usus buntu, makanan pedas tetap sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar. Terlalu banyak makanan pedas dapat memicu gangguan pencernaan pada orang yang sensitif.
Setiap orang juga memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap makanan pedas. Jika setelah mengonsumsi makanan pedas muncul keluhan berulang seperti sakit perut, diare, atau rasa terbakar pada lambung, sebaiknya kurangi porsinya.
Kesimpulannya, anggapan bahwa makan pedas menyebabkan usus buntu adalah mitos. Makanan pedas dapat memicu gangguan pencernaan tertentu, tetapi bukan penyebab langsung apendisitis. Yang terpenting adalah mengenali gejala nyeri perut yang tidak biasa dan segera mencari pertolongan medis apabila keluhan semakin berat. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko