7 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Organ Ginjal, Sering Dilakukan Tanpa Disadari

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:03 WIB
sejumlah kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
sejumlah kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah, menjaga keseimbangan elektrolit, serta membantu mengatur tekanan darah. Karena memiliki peran vital, kesehatan ginjal perlu dijaga sejak dini.

Sayangnya, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.

Berikut 7 kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari untuk membantu menjaga kesehatan ginjal:

1. Kurang Minum Air Putih

Kebiasaan jarang minum dapat membuat tubuh mengalami kekurangan cairan. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu membuang zat sisa melalui urine.

Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sesuai kondisi masing-masing, terutama ketika cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik.

Baca Juga: 7 Tips Merawat Ginjal agar Tetap Sehat, Cegah Penyakit Sejak Dini

2. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Makanan dengan kandungan garam atau natrium yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang merupakan salah satu faktor yang dapat merusak pembuluh darah dan fungsi ginjal.

Mengurangi makanan tinggi garam, termasuk makanan ultra-proses dan makanan instan, dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan ginjal.

3. Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Asupan gula yang berlebihan, terutama jika berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme, dapat meningkatkan risiko diabetes. Diabetes sendiri merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Karena itu, konsumsi makanan dan minuman manis sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan pola makan yang lebih sehat.

4. Sering Menahan Buang Air Kecil

Menahan buang air kecil sesekali mungkin sulit dihindari dalam kondisi tertentu. Namun, jika menjadi kebiasaan, hal tersebut tidak baik bagi kesehatan saluran kemih.

Sebaiknya buang air kecil ketika tubuh sudah memberikan dorongan, serta jangan menjadikan kebiasaan menahan urine sebagai rutinitas sehari-hari.

5. Terlalu Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Tanpa Pengawasan

Beberapa obat pereda nyeri, terutama golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat memengaruhi fungsi ginjal apabila digunakan terlalu sering atau dalam kondisi tertentu.

Bukan berarti obat pereda nyeri tidak boleh digunakan, tetapi penggunaannya sebaiknya mengikuti aturan dosis dan petunjuk tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko gangguan ginjal.

6. Kurang Bergerak dan Jarang Berolahraga

Gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan berbagai gangguan metabolisme yang pada akhirnya juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Baca Juga: 10 Tanda Utama Ginjal Bermasalah yang Tidak Boleh Diabaikan

Aktivitas fisik secara rutin, disesuaikan dengan kemampuan tubuh, dapat membantu menjaga berat badan serta kesehatan jantung dan pembuluh darah.

7. Mengabaikan Tekanan Darah dan Gula Darah

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah merasa sehat sehingga jarang memeriksa tekanan darah maupun gula darah.

Padahal, tekanan darah tinggi dan diabetes dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Jika tidak dikendalikan, keduanya dapat menyebabkan kerusakan ginjal secara bertahap.

Menjaga Ginjal Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Menjaga kesehatan ginjal tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Mencukupi kebutuhan cairan, menerapkan pola makan seimbang, membatasi garam dan gula, aktif bergerak, serta menggunakan obat secara bijak merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Bagi seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal atau mengalami keluhan seperti perubahan jumlah urine, pembengkakan pada tubuh, urine berdarah, atau keluhan lain yang menetap, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Perlu diingat, kebiasaan di atas tidak otomatis menyebabkan kerusakan ginjal pada setiap orang. Risiko dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, pola hidup, penggunaan obat, usia, dan faktor lainnya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
diabetes kesehatan olahraga ginjal Makanan