RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penggunaan ponsel atau handphone (HP) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan anak-anak. Tidak sedikit orang tua memberikan HP untuk menghibur anak saat makan, bepergian, atau ketika mereka sedang sibuk bekerja. Namun di balik kemudahannya, paparan layar HP yang berlebihan dapat membawa dampak serius terhadap tumbuh kembang anak.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layar digital dalam waktu lama dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan berbahasa, kualitas tidur, hingga kesehatan mental anak. Karena itu, para ahli kesehatan mengingatkan agar penggunaan HP disesuaikan dengan usia dan selalu berada di bawah pengawasan orang tua.
Mengapa Paparan Layar HP Berbahaya bagi Anak?
Layar HP memancarkan cahaya biru (blue light) dan menyajikan rangsangan visual yang cepat sehingga mudah menarik perhatian anak. Jika digunakan secara berlebihan, kondisi ini dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak aktif, bermain, berinteraksi dengan keluarga, maupun belajar mengenali lingkungan sekitar.
Baca Juga: Tips Charger HP Agar Baterai Tidak Cepat Rusak, Jangan Asal Cas!
Menurut World Health Organization (WHO), anak usia dini membutuhkan aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan interaksi sosial secara langsung sebagai fondasi utama perkembangan otak. Screen time yang terlalu lama justru dapat menghambat proses tersebut.
1. Menghambat Perkembangan Bahasa
Salah satu dampak yang paling banyak ditemukan adalah keterlambatan perkembangan bahasa. Anak yang lebih sering menatap layar dibandingkan berkomunikasi dengan orang tua memiliki kesempatan lebih sedikit untuk belajar kosakata, memahami ekspresi wajah, maupun melatih kemampuan berbicara.
Interaksi langsung tetap menjadi stimulasi terbaik bagi perkembangan bahasa, terutama pada usia di bawah lima tahun yang merupakan masa emas perkembangan otak.
2. Mengganggu Perkembangan Otak
Lima tahun pertama kehidupan merupakan periode ketika otak berkembang sangat cepat. Pada masa ini, anak membutuhkan pengalaman nyata seperti bermain, menyentuh benda, berlari, dan berinteraksi dengan orang lain.
Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi aktivitas tersebut sehingga memengaruhi pembentukan koneksi saraf yang berperan dalam kemampuan berpikir, memecahkan masalah, serta mengendalikan emosi.
3. Menurunkan Kualitas Tidur
Menggunakan HP menjelang waktu tidur dapat membuat anak lebih sulit mengantuk. Cahaya biru dari layar diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh mengenali waktu tidur.
Akibatnya, anak menjadi lebih sulit tidur, sering terbangun di malam hari, hingga mengalami kurang tidur. Padahal tidur yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak.
4. Meningkatkan Risiko Gangguan Perilaku
Beberapa penelitian menemukan hubungan antara screen time yang berlebihan dengan meningkatnya risiko gangguan perilaku pada anak, seperti:
- Mudah marah.
- Sulit mengendalikan emosi.
- Kurang sabar.
- Sulit berkonsentrasi.
- Lebih impulsif.
Meski tidak selalu menjadi penyebab utama, penggunaan HP tanpa batas dapat memperburuk masalah perilaku apabila tidak diimbangi dengan aktivitas sosial dan fisik.
5. Mengurangi Aktivitas Fisik
Anak yang terlalu lama bermain HP cenderung lebih banyak duduk dibandingkan bergerak aktif. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas serta mengurangi perkembangan kemampuan motorik kasar.
Baca Juga: Mencegah Seks Bebas dan Kehamilan Remaja: Langkah Nyata Melindungi Masa Depan Anak Sekolah
Padahal, WHO merekomendasikan agar anak usia dini lebih banyak melakukan aktivitas fisik dan bermain aktif setiap harinya.
6. Berisiko Menimbulkan Ketergantungan
Konten video pendek, permainan, hingga media sosial dirancang agar pengguna terus kembali melihat layar. Pada anak, kondisi ini dapat memicu kebiasaan sulit melepaskan HP.
Tanda-tandanya antara lain:
- Menangis ketika HP diambil.
- Sulit berhenti bermain meski sudah diingatkan.
- Kehilangan minat terhadap permainan lain.
- Lebih memilih HP daripada berinteraksi dengan keluarga atau teman.
Berapa Batas Aman Screen Time?
WHO memberikan rekomendasi penggunaan layar berdasarkan usia anak:
- Bayi di bawah 1 tahun: tidak dianjurkan menggunakan layar sama sekali.
- Usia 1 tahun: sebaiknya tetap tidak diberikan screen time.
- Usia 2–4 tahun: maksimal satu jam per hari, dan semakin sedikit akan semakin baik.
Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyarankan agar penggunaan media digital selalu didampingi orang tua, terutama pada anak usia prasekolah.
Tips Mengurangi Dampak Paparan Layar HP
Orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan layar pada anak, di antaranya:
Baca Juga: Dewan Pendidikan Bojonegoro Bangun Sinergi dengan Pemkab, Bahas Roadmap hingga Anak Tidak Sekolah
- Membuat jadwal penggunaan HP yang konsisten.
- Tidak memberikan HP saat makan atau menjelang tidur.
- Mendampingi anak ketika menonton atau bermain.
- Memilih konten edukatif yang sesuai usia.
- Mengajak anak bermain di luar rumah, membaca buku, menggambar, atau berolahraga.
- Menjadi teladan dengan tidak terlalu sering menggunakan HP di depan anak.