RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim kemarau sering kali membuat kulit terasa lebih kering, kasar, hingga mudah gatal. Kondisi ini terjadi karena kelembapan udara menurun sehingga air di lapisan kulit lebih cepat menguap.
Dalam dunia dermatologi, proses tersebut dikenal sebagai transepidermal water loss (TEWL) yang dapat melemahkan skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit.
Banyak orang mengira satu-satunya solusi adalah membeli produk skincare yang mahal. Padahal, dokter spesialis kulit menjelaskan bahwa menjaga kelembapan kulit tidak selalu harus menguras kantong. Selain menggunakan pelembap yang tepat, asupan nutrisi dari makanan sehari-hari juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Baca Juga: Musim Kemarau Diam-Diam Merusak Skin Barrier, Dermatolog Ungkap 7 Tanda yang Sering Diabaikan
Beberapa bahan makanan yang mudah ditemukan di dapur bahkan mengandung vitamin, mineral, antioksidan, hingga lemak sehat yang dibutuhkan kulit untuk tetap lembap selama musim kemarau.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Langkah paling sederhana sekaligus paling sering diabaikan adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Saat cuaca panas, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga kebutuhan air ikut meningkat.
Meski air putih tidak langsung melembapkan kulit dari luar, tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga fungsi kulit secara optimal.
Baca Juga: Daun Kemangi, Lalapan Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan Tubuh
2. Konsumsi Buah yang Kaya Vitamin C
Jeruk, jambu biji, stroberi, hingga pepaya merupakan sumber vitamin C yang mudah ditemukan di rumah.
Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, protein yang membantu menjaga kekencangan sekaligus mempercepat proses perbaikan kulit yang mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari.
3. Tambahkan Alpukat ke Menu Harian
Alpukat dikenal kaya akan lemak tak jenuh, vitamin E, dan antioksidan.
Nutrisi tersebut membantu menjaga lapisan lipid pada skin barrier sehingga kulit tidak mudah kehilangan kelembapan. Alpukat dapat dinikmati langsung, dijadikan salad, atau diolah menjadi jus tanpa tambahan gula berlebihan.
4. Perbanyak Konsumsi Telur
Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin A, vitamin D, serta biotin yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
Protein dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan kulit, sedangkan vitamin A membantu regenerasi sel kulit agar tetap sehat.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Asam Lambung
5. Jangan Lupakan Ikan dan Kacang-Kacangan
Ikan seperti salmon, sarden, dan tuna mengandung asam lemak omega-3 yang membantu mengurangi peradangan sekaligus memperkuat fungsi skin barrier.
Sementara itu, kacang almond, kacang tanah, maupun biji bunga matahari menjadi sumber vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan alami bagi kulit.
6. Gunakan Pelembap Setelah Mandi
Perawatan dari luar tetap diperlukan. American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan pelembap segera setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu "mengunci" air agar tidak cepat menguap dari permukaan kulit.
Pilih pelembap berbentuk krim atau salep jika kulit sangat kering karena umumnya lebih efektif dibandingkan losion.
7. Hindari Mandi Terlalu Lama dengan Air Panas
Mandi menggunakan air panas memang terasa nyaman saat tubuh lelah. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga skin barrier semakin mudah rusak.
Baca Juga: 7 Tanda Sedang Mengalami Stres, Jangan Abaikan Gejala yang Muncul
Sebaiknya batasi waktu mandi sekitar lima hingga sepuluh menit dengan air hangat, lalu segera gunakan pelembap setelah tubuh dikeringkan.
Bonus: Jangan Abaikan Tabir Surya
Meski tidak termasuk bahan dari dapur, penggunaan tabir surya setiap pagi merupakan langkah penting selama musim kemarau.
Paparan sinar ultraviolet (UV) yang lebih intens dapat mempercepat kerusakan kolagen dan memperburuk kekeringan kulit. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan ulangi pemakaian setiap dua jam jika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kulit Sehat Tidak Selalu Bergantung pada Skincare Mahal
Merawat kulit saat musim kemarau tidak selalu harus dimulai dari produk dengan harga tinggi. Kombinasi pola makan bergizi, kecukupan cairan, kebiasaan mandi yang benar, serta penggunaan pelembap dan tabir surya secara rutin sudah menjadi fondasi utama untuk menjaga skin barrier tetap sehat.
Jika kulit tetap terasa sangat kering, muncul ruam, pecah-pecah hingga berdarah, atau gatal berkepanjangan meski sudah melakukan perawatan mandiri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah kondisi berkembang menjadi dermatitis atau gangguan kulit lainnya. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari