RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Target eliminasi tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Blora kian dikebut. Pemkab menegaskan komitmen mempercepat penemuan kasus demi menekan penularan.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meminta Blora jadi percontohan nasional penanganan TBC. Menurutnya, strategi harus agresif, mulai deteksi dini hingga pengobatan tuntas.
Data terbaru, hingga awal 2026 sudah ditemukan sekitar 350 kasus positif TBC. Sementara tren meningkat dari 1.485 kasus pada 2024 menjadi 1.676 kasus pada 2025. Angka ini menunjukkan penularan masih tinggi.
Baca Juga: Tercatat 2.802 Warga Bojonegoro Positif Mengidap TBC
Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, percepatan eliminasi TBC menjadi prioritas daerah. ‘’TBC masih jadi tantangan serius, sehingga penanganannya harus dipercepat,” ujarnya.
Pemkab, lanjut dia, sudah menjalankan berbagai langkah, mulai skrining aktif (active case finding), pengobatan gratis, hingga terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). Namun, kendala di lapangan masih ada, terutama kesadaran masyarakat dan jangkauan layanan.
‘’Penemuan kasus harus terus ditingkatkan agar rantai penularan bisa ditekan,” tegasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana