SAKIT kepala adalah rasa nyeri di kepala yang dapat muncul perlahan maupun mendadak. Keluhannya bisa ringan hingga berat, terasa di satu sisi, berdenyut, seperti diikat, bahkan menusuk di sekitar mata. Pada kondisi tertentu, sakit kepala bisa sangat hebat disertai muntah menyemprot atau gangguan kesadaran, yang memerlukan pemeriksaan medis segera.
Saat berpuasa, keluhan sakit kepala cukup sering terjadi. Meskipun umumnya bersifat sementara, kondisi ini tetap mengganggu aktivitas dan ibadah. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?
Penyebab sakit kepala saat puasa terdiri atas dehidrasi; hipoglikemia (gula darah rendah); perubahan pola makan dan jadwal harian; kurang tidur; dan putus kafein mendadak.
Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini tips-tips yang bisa diterapkan selama puasa Ramadan. Di antaranya hidrasi optimal dengan pola minum 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur.
Kemudian, menu sahur bernutrisi dengan gizi seimbang, kurang kafein secara bertahap, dam tidur cukup 6-8 jam.
Jika sakit kepala terjadi saat puasa, umumnya keluhan membaik dalam 30 menit setelah berbuka. Jika muncul saat berpuasa, lakukan langkah berikut: hentikan aktivitas untuk mencegah cedera; duduk tenang, pejamkan mata, hindari cahaya silau; ubah posisi secara perlahan; pijat ringan kepala atau wajah; dan kompres dingin di kepala atau leher.
Setelah berbuka, penuhi kebutuhan cairan, jangan melewatkan sahur, konsumsi buah dan sayur, hindari makanan terlalu manis, berminyak, atau cepat saji. Bila perlu, obat sakit kepala dapat diminum saat berbuka atau sahur.
Namun, jika sakit kepala sangat berat, tidak membaik, disertai muntah menyemprot atau gangguan kesadaran, segera periksakan diri ke dokter, karena bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius.
Intinya, sakit kepala saat puasa paling sering terjadi karena dehidrasi, gula darah rendah, kurang tidur, dan penghentian kafein mendadak. Dengan pengaturan cairan, nutrisi, dan istirahat yang baik, keluhan ini umumnya dapat dicegah dan diatasi dengan aman. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana