Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Tips Puasa Sehat untuk Ibu Hamil

Muhammad Suaeb • Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB
dr. Askan (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
dr. Askan (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Oleh:
dr. Askan

 

PUASA Ramadan merupakan ibadah yang sangat dinantikan umat muslim. Namun bagi ibu hamil, menjalankan puasa memerlukan perhatian khusus karena kondisi kehamilan menyebabkan perubahan kebutuhan nutrisi, cairan, dan energi.

Puasa tetap dapat dijalankan dengan aman apabila kondisi ibu dan janin sehat serta mendapat izin dari tenaga kesehatan.

Sebuah jurnal yang melibatkan lebih dari 31.000 kehamilan menemukan bahwa Puasa Ramadan tidak berpengaruh signifikan terhadap berat badan lahir bayi dan Tidak meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa?

Secara medis, ibu hamil boleh berpuasa apabila, jika kehamilan dalam kondisi sehat, tidak mengalami anemia berat, tidak ada riwayat komplikasi (preeklampsia, perdarahan, diabetes gestasional tidak terkontrol) dan berat badan dan pertumbuhan janin baik. Kemudian yang terpenting mendapat rekomendasi dokter atau bidan.

Tips Puasa Sehat untuk Ibu Hamil yang pertama jangan lewatkan sahur, karena sahur sangat penting sebagai sumber energi sepanjang hari.

Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, kentang) tinggi protein (telur, ikan, tempe, tahu). Kemudian kaya serat (sayur dan buah), mengandung lemak sehat dan hindari makanan terlalu manis karena membuat cepat lapar.

Selanjutnya Penuhi Kebutuhan Cairan, karena dehidrasi adalah risiko utama saat puasa. Gunakan pola 2–4–2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka–sahur, 2 gelas saat sahur.

Ibu yang hamil jika kurang cairan akan mengalami pusing, urine pekat, lemas berlebihan, dan jarang buang air kecil.

Saat berbuka, awali dengan air putih dan kurma, makan ringan terlebih dahulu, makan utama setelah salat maghrib. Hindari langsung makan dalam jumlah besar karena dapat menyebabkan mual dan gangguan pencernaan.

Perhatikan Komposisi Gizi Seimbang, pastikan setiap waktu makan mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein  untuk pertumbuhan janin, sayur dan buah, vitamin dan mineral. Kemudian zat besi dan asam folat untuk mencegah anemia, tetap konsumsi vitamin kehamilan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Istirahat yang Cukup, karena ibu hamil lebih mudah lelah saat puasa. Cara mengatasinya, tidur lebih awal, manfaatkan tidur siang 30–60 menit hindari aktivitas berat saat siang hari.

Tetap aktif dengan aktivitas ringan untuk membantu sirkulasi darah tetap baik. Misalnya jalan santai, peregangan ringan, senam hamil ringan menjelang berbuka, dan hindari olahraga berat saat siang hari.

Kenali tanda harus segera membatalkan puasa, jika ibu hamil mengalami pusing hebat atau hampir pingsan, muntah terus-menerus, gerakan janin berkurang, nyeri perut atau kontraksi, perdarahan dan demam atau lemas berat. Karena keselamatan ibu dan janin adalah prioritas utama.

Ibu hamil tidak dianjurkan berpuasa jika mengalami preeklampsia, anemia sedang–berat, Diabetes gestasional tidak stabil, hiperemesis gravidarum (mual muntah berat), kehamilan risiko tinggi, dan Pertumbuhan janin terhambat

Kesimpulan

Puasa bagi ibu hamil dapat dilakukan dengan aman apabila kondisi kesehatan baik dan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Konsultasi dengan dokter atau bidan sebelum berpuasa sangat dianjurkan agar puasa tetap nyaman, sehat, dan aman bagi ibu maupun janin. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#umat muslim #berpuasa #ibu #puasa #ibu hamil #komplikasi #ibadah #puasa ramadan #dehidrasi