Oleh:
dr Pramono Apriawan Wijayanto
Ketua IDI Cabang Bojonegoro
SAAT seseorang berpuasa, tubuh akan mengubah strategi. Pada 6–8 jam pertama setelah sahur, tubuh masih menggunakan glukosa dari makanan sebagai bahan bakar utama.
Setelah cadangan gula menurun, hati melepaskan simpanan energi, lalu tubuh mulai beralih menggunakan lemak. Proses ini dikenal sebagai metabolic switching, yaitu perubahan sumber energi dari gula ke lemak.
Menariknya, pada fase ini tubuh juga mengaktifkan mekanisme pembersihan sel yang disebut autophagy. Dalam proses tersebut, sel-sel tua atau rusak akan diurai dan didaur ulang, sehingga membantu menjaga fungsi organ tetap optimal.
Selain itu, sensitivitas insulin dapat meningkat, sehingga membantu mencegah diabetes pada orang sehat dengan menjaga gula darah tetap stabil, sekaligus membantu penderita diabetes tipe 2 mengontrol kadar gula dan menurunkan risiko komplikasi.
Pada saat yang sama, tekanan oksidatif menurun dan peradangan dalam tubuh berkurang.
Sistem pencernaan pun mendapat waktu istirahat, sehingga energi dapat dialihkan untuk perbaikan jaringan. Itulah sebabnya banyak orang merasa tubuh lebih ringan dan pikiran lebih jernih saat berpuasa.
Dengan sahur bergizi, cukup cairan, dan berbuka secara seimbang, puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga proses ilmiah yang menyehatkan tubuh dari dalam. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana