Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

11 Gejala Tubuh Ini Tampak Sepele, tapi Bisa Jadi Pertanda Penyakit Berbahaya

Hakam Alghivari • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:47 WIB

 

Ilustrasi perempuan.
Ilustrasi perempuan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernahkah tiba-tiba tubuhmu kadang muncul nyeri di dada, cepat lelah, atau suhu badan tak kunjung turun meski sudah beristirahat? Banyak orang menganggapnya gejala yang sering diabaikan, padahal bisa jadi tubuh sedang memberi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Para pakar kesehatan menyebut, tubuh memiliki cara sendiri untuk berbicara ketika keseimbangan terganggu. Sinyal itu bisa datang dalam bentuk gejala ringan, perubahan kecil, atau rasa tidak nyaman yang sering diabaikan. Mengenali tanda-tanda tersebut sejak awal bisa membantu mencegah penyakit serius yang datang diam-diam.

Berikut 11 sinyal tubuh yang menurut berbagai jurnal kesehatan internasional sebaiknya tidak diabaikan:

1. Nyeri Dada

Banyak orang mengira nyeri dada hanyalah akibat kelelahan atau gangguan otot, padahal bisa menjadi pertanda masalah jantung. Menurut Journal of the American Heart Association, nyeri dada yang terasa menekan, menjalar ke lengan kiri, atau disertai sesak napas adalah tanda klasik serangan jantung. Kondisi ini memerlukan pertolongan cepat karena penundaan beberapa menit saja bisa berakibat fatal. Meski sebagian kasus disebabkan oleh pencernaan atau ketegangan otot, pemeriksaan medis tetap wajib dilakukan untuk memastikan sumber masalahnya.

2. Sesak Napas

Kesulitan bernapas tanpa melakukan aktivitas berat adalah tanda yang perlu diwaspadai. European Respiratory Journal menyebutkan bahwa sesak napas sering kali menjadi gejala awal penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau gagal jantung. Bila muncul tiba-tiba, bisa juga menandakan adanya sumbatan pembuluh darah di paru (emboli paru). Selain membuat aktivitas terganggu, kekurangan oksigen yang berkepanjangan dapat merusak organ vital. Karena itu, pemeriksaan fungsi paru dan jantung sebaiknya dilakukan jika gejala ini muncul berulang.

3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab

Menurunnya berat badan tanpa mengubah pola makan sering dianggap rezeki, padahal justru bisa jadi sinyal penyakit. The Lancet Oncology mencatat bahwa gejala ini sering muncul pada pasien kanker di tahap awal. Selain itu, gangguan tiroid, diabetes, dan infeksi kronis juga dapat memicu penurunan berat badan drastis. Jika berat turun lebih dari lima kilogram dalam waktu singkat, segera lakukan pemeriksaan menyeluruh agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.

4. Perubahan pada Kulit

Kulit sering menjadi cermin kondisi tubuh. Perubahan warna, tekstur, atau munculnya bintik mencurigakan bisa menandakan gangguan kesehatan yang lebih serius. Menurut Journal of the American Academy of Dermatology, kanker kulit seperti melanoma sering diawali dengan perubahan kecil yang terlihat sepele. Kulit yang tampak kekuningan dapat menandakan gangguan hati, sedangkan ruam yang tak kunjung sembuh bisa berkaitan dengan penyakit autoimun. Memeriksa setiap perubahan pada kulit adalah langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan.

5. Perubahan Pola Buang Air

Sistem pencernaan yang sehat memiliki ritme teratur. Ketika tiba-tiba mengalami diare berkepanjangan, sembelit parah, atau warna tinja berubah drastis, tubuh sedang mencoba mengirim pesan. World Journal of Gastroenterology menegaskan bahwa perubahan pola buang air dapat menjadi indikator penyakit usus besar atau hati. Pada beberapa kasus, tanda ini bahkan muncul lebih awal daripada gejala lain. Jangan abaikan perubahan yang berlangsung lebih dari beberapa hari, karena deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa.

6. Pendarahan yang Tidak Biasa

Pendarahan tanpa sebab jelas sering diabaikan karena dianggap kecil. Padahal, mimisan berulang, darah pada urine, atau gusi yang sering berdarah bisa menandakan gangguan pembekuan darah atau bahkan kanker tertentu. New England Journal of Medicine mencatat bahwa perdarahan spontan dapat menjadi gejala awal leukemia atau kelainan hati. Mengabaikan sinyal ini dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama jika disertai penurunan energi atau memar yang mudah muncul di tubuh.

7. Demam Berkepanjangan

Demam adalah mekanisme alami tubuh melawan infeksi. Namun, bila berlangsung lebih dari satu minggu tanpa penyebab yang jelas, itu pertanda ada yang lebih serius. Clinical Infectious Diseases Journal melaporkan bahwa demam berkepanjangan bisa disebabkan oleh infeksi kronis, penyakit autoimun, atau kanker darah. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya, karena demam yang dibiarkan tanpa diagnosis dapat memperparah kondisi yang mendasarinya.

8. Kelelahan Ekstrem

Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah cukup tidur bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras melawan sesuatu. BMJ Open menyebut kelelahan kronis sebagai gejala umum dari anemia, gangguan hormon tiroid, atau bahkan penyakit jantung. Saat rasa lelah sudah mengganggu aktivitas harian, jangan anggap remeh. Tubuh sedang meminta perhatian agar keseimbangannya dipulihkan melalui pemeriksaan dan pola hidup yang lebih sehat.

9. Sakit Kepala Hebat

Sakit kepala memang umum, tapi bila muncul mendadak dengan intensitas luar biasa, segera waspadai. Neurology Journal menjelaskan bahwa sakit kepala berat disertai mual, gangguan penglihatan, atau muntah mendadak bisa menjadi tanda stroke atau aneurisma otak. Membedakan migrain biasa dan sakit kepala berbahaya memang tidak mudah, namun pemeriksaan medis akan membantu memastikan penyebab dan mencegah hal yang lebih buruk.

10. Gangguan Penglihatan atau Pendengaran

Mata dan telinga adalah organ sensitif yang bisa memberi tanda bahaya lebih awal. Penglihatan buram mendadak atau pendengaran yang menurun tiba-tiba sering berkaitan dengan gangguan saraf atau peredaran darah. Ophthalmology Journal mencatat bahwa kehilangan penglihatan secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh kerusakan saraf optik, sedangkan gangguan pendengaran mendadak dapat menandakan infeksi serius. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang fungsi indra dapat pulih sepenuhnya.

11. Pembengkakan di Bagian Tubuh

Bengkak pada kaki, tangan, atau wajah sering dianggap akibat kelelahan, padahal bisa menunjukkan gangguan organ vital. Kidney International Journal menyebutkan bahwa pembengkakan akibat retensi cairan merupakan tanda khas penyakit ginjal, jantung, atau hati. Jika bengkak muncul tanpa sebab jelas dan tidak hilang setelah beristirahat, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada ketidakseimbangan yang perlu diperbaiki.

Sebelas sinyal tubuh ini terlihat sederhana, tapi bisa menjadi peringatan dini dari penyakit serius. Tubuh tidak pernah berbohong; ia selalu memberi tanda ketika ada yang salah. Meningkatkan kesadaran untuk mendengarkan sinyal tersebut bukan sekadar menjaga kesehatan, tetapi juga investasi untuk masa depan hidup yang lebih panjang dan berkualitas. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#sepele #gejala #penyakit #pertanda #Berbahaya