RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro terus berbenah dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Terbaru, rumah sakit rujukan terbesar di Kabupaten Bojonegoro ini resmi membuka Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu pada 23 Mei 2025, yang diresmikan langsung oleh Bupati Bojonegoro.
dr. Rio Herdyanto, Sp.JP, penanggung jawab layanan jantung dan pembuluh darah RSUD Sosodoro menjelaskan, bahwa layanan terpadu ini merupakan inovasi dari pelayanan jantung yang sudah ada sebelumnya.
Perbedaannya, kini seluruh unit layanan tidak lagi tersebar di ruang-ruang terpisah, melainkan tersentralisasi dalam satu kawasan pelayanan khusus.
“Dengan konsep terpadu, baik diagnostik, tindakan, maupun perawatan berada dalam satu sistem yang terintegrasi. Ini membuat pelayanan lebih cepat, efisien, dan tentu lebih optimal,” ungkap dr. Rio.
Fasilitas yang tersedia pun tidak main-main. RSUD Sosodoro kini dilengkapi dengan teknologi diagnostik modern seperti MRI 3 Tesla dan CT Scan 256 Slice, jauh lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain itu, terdapat cath lab (catheterization laboratory), ruang khusus untuk tindakan intervensi jantung, mulai dari pemasangan ring (stent), pemasangan pacu jantung temporer maupun permanen, hingga tindakan perikardiosintesis untuk mengeluarkan cairan yang menekan jantung.
“Cath lab inilah andalan kami, di mana tindakan penyelamatan pasien bisa dilakukan dengan cepat tanpa harus operasi terbuka,” jelasnya.
Layanan terpadu ini terbagi dalam tiga lantai. Lantai pertama difokuskan untuk diagnostik dan tindakan medis, termasuk cath lab.
Lantai dua ditempati ruang perawatan intensif ICCU (Intensive Cardiovascular Care Unit) dengan kapasitas 20 tempat tidur, meski saat ini baru 10 yang berfungsi maksimal.
Sementara itu, lantai tiga diperuntukkan bagi pasien rawat inap jantung yang sudah stabil, dengan kapasitas hingga 42 ruang.
“Di lantai tiga, pasien lebih stabil tinggal menunggu pemulihan sebelum diperbolehkan pulang,” imbuh dr. Rio.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Sosodoro saat ini memiliki tiga dokter spesialis jantung, dua di antaranya sudah berkualifikasi konsultan intervensi yang berkompeten melakukan tindakan kompleks seperti pemasangan ring dan pacu jantung.
Satu dokter lainnya adalah general cardiologist dan tengah diproyeksikan untuk mengambil subspesialisasi.
Ke depan, pihak rumah sakit berharap jumlah dokter spesialis jantung terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Untuk memperkuat layanan, RSUD Sosodoro juga membangun jejaring dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas maupun rumah sakit sekitar.
Hal ini penting karena penanganan penyakit jantung sangat bergantung pada kecepatan. “Pasien biasanya datang dari FKTP dulu, sehingga sistem jaringan yang kuat akan mempercepat penanganan. Kami juga punya program Ritmik Energik untuk memperkuat strategi ini,” kata dr. Rio.
Lebih jauh, RSUD Sosodoro memiliki target besar: pada tahun 2028 mendatang diharapkan sudah mampu melakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery).
“Kalau sekarang fokus pada tindakan minimal invasif tanpa sayatan, ke depan akan kita kembangkan operasi terbuka bagi pasien dengan kondisi tertentu. Ini target besar yang sedang kami persiapkan,” tegasnya.
Sementara itu, pelayanan di RSUD Sosodoro mendapat apresiasi dari pasien. Pramusetyo Budi, salah seorang pasien rawat inap ruang perawatan jantung, mengaku puas dengan layanan yang diterima.
“Saya sudah beberapa kali dirawat di sini. Alhamdulillah, semua dilayani dengan baik, ramah, dan yang penting tidak ada biaya karena sudah terdaftar KIS,” ujarnya.
Dengan hadirnya layanan jantung terpadu, RSUD Sosodoro Bojonegoro semakin mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan modern dan menyeluruh bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. (tih)
Editor : Bhagas Dani Purwoko