Oleh: dr, Iffa Ahsanur Rasyida, SpA., IBCLC, CIMI, CHt
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Musim hujan membawa kesejukan sekaligus risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).
Di Bojonegoro, kasus DBD masih menjadi perhatian serius, terutama pada anak-anak. Demam berdarah paling banyak muncul pada musim hujan yaitu pada bulan November sampai April.
Karena curah hujan tinggi menimbulkan banyak genangan air, tempat nyamuk berkembang biak.
Puncaknya sering terjadi pada bulan Desember hingga Februari, saat kondisi lembap, panas, dan ada genangan air bersih (misalnya di bak mandi, kaleng bekas, pot bunga).
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Virus ini menyerang pembuluh darah dan trombosit, sehingga dapat menyebabkan perdarahan yang berbahaya.
Gejala yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, dan pegal-pegal. Gejala lain pada kondisi yang lebih berat adalah mual, muntah, atau hilang nafsu makan.
Demam tinggi lebih dari tiga hari pada anak harus diwaspadai sebagai tanda demam berdarah.
Pada kondisi tertentu, orang tua harus membawa anak ke dokter sesegera mungkin jika demam tidak turun dalam 2-3 hari, muntah berulang atau tidak mau minum, muncul tanda perdarahan (bintik merah, mimisan, BAB hitam) dan anak tampak sangat lemah atau mengantuk terus.
Pengobatan pada DBD pada prinsipnya adalah pemenuhan kebutuhan cairan yang cukup dan kontrol suhu badan dengan obat pereda demam golongan paracetamol.
Anak seringkali mengalami mual dan demam sehingga kurang asupan cairan akan menyebabkan dehidrasi.
Baca Juga: Opini: Viral Baru Ingat Sehat
Jangan ragu untuk segera datang ke IGD Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan dehidrasi akibat DBD.
DBD belum ada obat khususnya, karena itu pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan.
Gerakan 3M adalah menguras, menutup dan mengubur tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air. Plus: memakai kelambu/lotion anti nyamuk, menaburkan larvasida, kerja bakti membersihkan lingkungan.
Demam berdarah bisa dicegah bila masyarakat saling menjaga kebersihan lingkungan. Modifikasi ramah lingkungan juga bisa dilakukan seperti menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi, lavender atau zodiac.
Kemudian memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan cupang di kolam atau bak penampung air.
Orang tua juga perlu lebih waspada terhadap gejala yang muncul pada anak. Dengan deteksi dini dan gotong royong membersihkan sarang nyamuk, kita bisa menekan angka kasus DBD di Bojonegoro.
Saat ini, sudah tersedia vaksin dengue di Indonesia, yang bisa diberikan mulai usia anak 6 tahun hingga dewasa usia 45 tahun.
Vaksin demam berdarah yang beredar di Indonesia melindungi dari keempat serotipe virus dengue dan telah mendapat izin edar dari Badan POM.
Vaksin ini bisa membantu mengurangi risiko infeksi berat, mencegah penyakit demam berdarah menjadi parah dan menurunkan angka rawat inap. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko