Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Moms, Nutrisi Adekuat Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Bukan Berlebihan

Hakam Alghivari • Minggu, 14 September 2025 | 23:30 WIB

 

Ilustrasi foto pentingnya adekuat nutrisi pada anak.
Ilustrasi foto pentingnya adekuat nutrisi pada anak.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banyak orang tua masih salah kaprah dalam memberikan gizi pada anak. Demi mengejar tinggi badan, anak kerap diberi susu tinggi kalori atau makanan berlebihan. Padahal, menurut pakar tumbuh kembang Universitas Gadjah Mada (UGM), kunci pertumbuhan bukan terletak pada banyaknya asupan, melainkan pada nutrisi adekuat yang sesuai dengan usia.

Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), Ph.D., dokter spesialis anak sekaligus akademisi FKKMK UGM, menjelaskan bahwa nutrisi adekuat berarti pemenuhan semua komponen gizi—protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral—dengan porsi yang pas. “Jadi, sebetulnya nutrisi itu memenuhi seluruh komponen yang dibutuhkan sesuai dengan usianya, gitu kan,” ujarnya dalam podcast YouTube FKKMK UGM Official dilansir pada (14/9).

Ia menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan telah memperbarui pedoman gizi seimbang melalui program Isi Piringku. Panduan ini menekankan porsi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah sesuai usia anak. Menurutnya, konsep tersebut bisa menjadi rujukan orang tua karena mudah dipahami dan bersifat populasi. “Jadi sebetulnya Kemenkes itu sekarang sudah merevisi piringku yang sesuai dengan usianya. Itu mungkin lebih mudah, ya. Kalau itu kita mengacu pada populasi publik,” jelasnya.

Pada enam bulan pertama kehidupan, ASI eksklusif merupakan satu-satunya sumber nutrisi adekuat bagi bayi. Kandungan ASI sudah lengkap untuk energi, protein, serta antibodi yang dibutuhkan. Namun, tumbuh kembang bayi tetap harus dipantau. “Itu pun harus dilihat pertumbuhannya. Kalau ternyata tidak adekuat, harus dengan dokter anak mungkin dipertimbangkan susu lain selain ASI. Tapi itu sangat hati-hati, ya, dengan indikasi,” kata Prof. Mei Neni.

Memasuki usia enam bulan, kebutuhan energi bayi meningkat pesat sehingga ASI saja tidak lagi cukup. Di tahap ini, makanan pendamping ASI atau MPASI wajib diberikan agar kebutuhan gizi tercukupi. Prof. Mei Neni menilai masih banyak orang tua yang salah kaprah karena terlalu lama hanya mengandalkan ASI. “Nah begitu di enam bulan, maka harus mulai pemberian MPASI, kalau tetap hanya ASI, itu salah, karena begitu 6 bulan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan,” tegasnya.

Kesalahan dalam pola pemberian makan dapat berdampak ganda. Anak bisa mengalami stunting bila kekurangan nutrisi, tetapi juga bisa mengalami obesitas bila asupan kalori terlalu berlebihan tanpa keseimbangan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahkan menunjukkan bahwa Indonesia menghadapi beban gizi ganda, dengan prevalensi stunting yang masih tinggi bersamaan dengan meningkatnya angka obesitas anak.

Karena itu, Prof. Mei Neni mengingatkan bahwa nutrisi adekuat bukan hanya soal banyak atau sedikitnya asupan, melainkan soal kesesuaian dengan usia, aktivitas fisik, dan pola hidup anak. Orang tua diharapkan mampu menyesuaikan porsi dan kualitas gizi sehingga tumbuh kembang anak berjalan optimal tanpa risiko gizi buruk maupun obesitas. (kam/bgs)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#nutrisi pada anak #adekuat #aturan