RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika pertumbuhan anak terhambat akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat empat faktor utama penyebab stunting yang perlu diperhatikan. Pertama, asupan gizi yang tidak seimbang pada ibu hamil maupun anak balita. Kekurangan protein, vitamin, dan mineral penting dapat menghambat tumbuh kembang optimal anak.
Kedua, pola asuh yang belum tepat, misalnya pemberian makanan pendamping ASI yang tidak sesuai, kurangnya pemberian ASI eksklusif, serta rendahnya pengetahuan keluarga mengenai kebutuhan gizi anak.
Baca Juga: Rambut Rontok: Mengupas Akar Masalah dan Cara Mengatasi
Ketiga, sanitasi buruk dan keterbatasan akses air bersih. Lingkungan yang tidak sehat dapat memicu infeksi berulang pada anak, sehingga penyerapan gizi menjadi tidak maksimal.
Keempat, pelayanan kesehatan yang belum merata, khususnya akses ibu hamil dan balita terhadap posyandu, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh pada kecerdasan, produktivitas, hingga kualitas hidup di masa depan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta peran aktif keluarga dan masyarakat. (vir-mgg/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana