Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Minum Air Hangat Pagi Hari, Apakah Benar Menyehatkan? Ternyata Ini Tinjauan Medisnya

Hakam Alghivari • Selasa, 1 Juli 2025 | 03:30 WIB
Ilustrasi foto minum air putih.
Ilustrasi foto minum air putih.

RADARBOJOLNEGORO.JAWAPOS.COM – Kebiasaan minum air hangat di pagi hari sudah lama dipercaya baik bagi kesehatan.

Namun, sebagian klaim yang beredar ternyata tidak sepenuhnya didukung bukti ilmiah.

Di berbagai budaya, air hangat sering dianggap sebagai ‘pembersih tubuh alami’ saat bangun tidur.

Beberapa orang bahkan rutin menjadikannya sebagai ritual kesehatan harian, dengan keyakinan dapat memperlancar pencernaan, membuang racun, hingga menurunkan berat badan. Tapi, seberapa jauh klaim ini terbukti secara medis?

Menurut Harvard Health Publishing, minum air di pagi hari, baik hangat maupun suhu ruang, memang penting untuk rehidrasi setelah tidur. Tubuh kehilangan cairan selama 6–8 jam tidur malam.

Dengan mengembalikan cairan di pagi hari, tubuh dapat memulai metabolisme dengan lebih baik. Namun, efek ini tidak spesifik pada suhu air.

Beberapa studi menunjukkan bahwa air hangat dapat membantu merelaksasi otot saluran cerna, membuat proses buang air besar lebih lancar pada sebagian orang.

Penelitian di Journal of Neurogastroenterology and Motility (2010) menyebutkan bahwa suhu air yang lebih tinggi bisa merangsang aktivitas saraf vagus dan mempercepat pergerakan usus. Namun, efek ini bersifat sementara dan tidak universal.

Klaim bahwa air hangat “meluruhkan lemak” atau “mendetoks racun” sejauh ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Tubuh manusia memiliki sistem detoksifikasi alami melalui hati dan ginjal, yang tidak dipengaruhi secara signifikan oleh suhu air minum.

Dr. Aaron Carroll, profesor kesehatan masyarakat dari Indiana University, dalam bukunya The Bad Food Bible, menjelaskan bahwa air hangat atau dingin, tidak memiliki kemampuan magis dalam menurunkan berat badan.

Yang lebih penting adalah konsistensi hidrasi dan pola makan seimbang, bukan suhu air yang dikonsumsi.

Meski begitu, ada manfaat tidak langsung dari kebiasaan ini. Minum air hangat bisa membantu menenangkan sistem saraf, terutama bila dikonsumsi perlahan.

Ini bisa menjadi momen refleksi pagi yang baik secara psikologis, terutama di tengah rutinitas yang sibuk.

Suhu juga bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bagi orang dengan masalah lambung atau tenggorokan sensitif, air hangat mungkin lebih nyaman daripada air dingin. Namun bagi yang sehat, air dingin tidak otomatis berbahaya.

Kesimpulannya, minum air hangat di pagi hari bukanlah kebiasaan buruk, bahkan bisa memberi kenyamanan.

Namun, jangan anggap itu sebagai satu-satunya kunci sehat, apalagi jika dibungkus klaim medis yang belum terbukti. Fokus utama tetap pada hidrasi yang cukup, asupan bergizi, dan pola hidup aktif. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#manfaat minum air hangat di pagi hari #pagi hari #mitos kesehatan #air hangat #pencernaan