Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menurut Studi Olahraga Isometrik Adalah Cara Efektif Turunkan Tekanan Darah Tanpa Obat

Hakam Alghivari • Minggu, 8 Juni 2025 | 15:23 WIB
Olahraga Isometrik, menurut studi dapat menurunkan hipertensi, benarkah?
Olahraga Isometrik, menurut studi dapat menurunkan hipertensi, benarkah?

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tekanan darah tinggi atau hipertensi kini menjadi salah satu masalah kesehatan global yang tak bisa dianggap remeh. Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1,28 miliar orang dewasa di dunia hidup dengan tekanan darah tinggi.

Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa kondisi ini bisa memicu komplikasi serius seperti serangan jantung dan stroke.

Namun kabar baiknya, tak selalu harus bergantung pada obat. Gaya hidup aktif, khususnya jenis olahraga tertentu, terbukti bisa membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan.

Apa Itu Olahraga Isometrik?

Mungkin kamu sudah akrab dengan olahraga kardio atau latihan kekuatan, tapi pernahkah mendengar tentang isometric exercise? Olahraga isometrik adalah jenis latihan yang dilakukan dengan cara mengencangkan otot tanpa melakukan gerakan aktif. Artinya, kamu tetap berada di satu posisi tertentu sambil menahan kontraksi otot.

Contohnya? Wall sit—duduk bersandar di dinding seolah-olah kamu duduk di kursi tak kasat mata. Atau hand grip exercise—menggenggam alat khusus dengan kuat selama beberapa detik.

Meski tampak sederhana, ternyata manfaatnya luar biasa.

Isometrik Lebih Efektif dari Olahraga Lain?

Sebuah penelitian berskala besar yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine tahun 2023 membuktikan keunggulan olahraga isometrik dalam menurunkan tekanan darah. Studi ini menggabungkan data dari 270 uji coba terkontrol acak dengan lebih dari 16.000 partisipan dewasa.

Hasilnya, semua jenis olahraga memang bisa membantu menurunkan tekanan darah, tapi olahraga isometrik memberikan hasil terbaik.

Dalam dua minggu latihan rutin, olahraga isometrik mampu menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas) rata-rata 8,24 mmHg dan tekanan diastolik (angka bawah) sebesar 4 mmHg. Menariknya, efek ini hampir sebanding dengan hasil yang didapat dari konsumsi obat antihipertensi.

Isometrik Bisa Kurangi Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Tak berhenti di situ. Studi lain dari Clinical Hypertension tahun 2023 mengungkapkan bahwa penurunan tekanan darah sebesar itu dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 22 persen dalam jangka waktu beberapa tahun.

Artinya, rutinitas olahraga isometrik sederhana dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kardiovaskular.

Catatan Penting Sebelum Mencoba

Meski terlihat mudah, olahraga isometrik tetap perlu dilakukan dengan cara yang benar. Pastikan kamu memulai dengan durasi singkat dan intensitas ringan, terutama jika memiliki riwayat hipertensi berat. Konsultasikan dengan dokter atau pelatih olahraga terlebih dahulu jika ragu.

Jika kamu sedang mencari cara alami dan praktis untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, olahraga isometrik bisa jadi pilihan yang patut dicoba. Tak butuh alat mahal, tak butuh ruang luas—cukup dinding rumah atau alat genggam sederhana. Dengan disiplin dan konsistensi, kamu bisa melindungi kesehatan jantung tanpa harus bergantung sepenuhnya pada obat. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#jantung #hipertensi #studi #who #kesehatan #olahraga